Surabaya (beritajatim.com) – Sebagian besar perempuan memiliki siklus menstruasi yang ajeg. Selalu datang dalam jumlah hari yang sama, dari bulan ke bulan. Namun, ada juga sebagian perempuan yang siklus menstruasinya tak menentu. Kadang datang dua hari, tiga hari, sepuluh hari, dan jarak satu menstruasi ke menstruasi selanjutnya pun tak menentu.
Siklus menstruasi yang tak teratur ini, bisa saja memang bawaan dari hormon. Tetapi, bisa juga menjadi tanda bahwa seseorang mengalami PCOS atau sindrom polikistik ovarium. PCOS merupakan gangguan medis yang menandakan adanya gangguan hormon pada wanita saat masih di usia subur. Penderita PCOS ini membuat seseorang mengalami gangguan menstruasi dan memiliki kadar hormon maskulin yang berlebihan.
Hormon maskulin atau hormon androgen yang berlebih dapat mengakibatkan ovarium atau hidung telur memproduksi banyak kantong- kantong berisi cairan. Hal ini dapat mengakibatkan sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur. Resiko Terparah pada penderita PCOS ini bisa mengakibatkan mandul serta lebih rentan terkena diabetes dan tekanan darah tinggi.
Adapun gejala umum yang sering ditemukan pada penderita PCOS adalah
1. Menstruasi tidak teratur dan membuat nyeri yang berlebih saat sedang haid
2. Mood mudah berubah
3. Kesulitan melakukan program hamil
4. Gangguan metabolisme tubuh seperti berat badan udah naik hingga bisa obesitas
5. Tumbuh banyak rambut di wajah, punggung, atau dada
6. Mudah berjerawat dan dalam jumlah yang banyak.
Namun ada juga berikut ini 4 tipe gejala yang di temukan pada penderita PCOS. Diantaranya.
Tipe A : memiliki ciri-ciri menstruasi tidak teratur, Dan ditandai fisik seperti muncul bulu berlebihan, jerawat, rambut rontok, dan penebalan kulit. Lalu sel telur terbilang sedikit dan kecil dan terdapat kista yang banyak.
Tipe B: ciri-ciri tipe B menstruasi tidak teratur, tanda fisik juga muncul bulu berlebihan, jerawat, rambut rontok, dan penebalan kulit. akan tetapi sel telur dinilai normal.
Tipe C : Ciri-ciri tipe C ditandai dengan menstruasi masih teratur, tanda fisik muncul bulu berlebih, jerawat, rambut rontok, Dan penebalan pada kulit. akan tetapi sel telur dinilai lebih kecil dan memiliki kista yang banyak.
Tipe D: tipe D ini ditandai dengan menstruasi tidak teratur, namun tanda fisik dinilai masih normal, akan tetapi sel telur dinilai lebih kecil dan memiliki kista yang banyak.
Namun jangan khawatir jika Anda mengalami gejala tersebut, ada cara untuk mengatasinya yang sering ditemukan padapenderita PCOS diantaranya.
1. Jangan makan sembarangan, perbanyaklah sayuran dan buah
2. Kurangi konsumsi makanan yang tinggi gula dan berkarbohidrat seperti kue, camilan manis atau nasi putih.
3. Makanan tinggi lemak juga tidak boleh seperti makanan yang digoreng atau daging merah.
4. Kemudian minuman tinggi gula seperti bubble tea, kopi, teh, susu, atau minuman kemasan lainnya.
5. Dan produk olahan seperti camilan yang mengandung MSG dan makanan kaleng atau cepat saji.
6. Rutin berolahraga
7. Tidur cukup dan berkualitas
8. Hindari stress
9. Dan jangan bergantung dengan kafein. Semoga bermanfaat [ptr/tur]






