Jember (beritajatim.com) – Menteri Agraria dan Tata Ruang – Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto berharap Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi ‘kota lengkap’ pada 2024. Masalah redistribusi tanah sudah bisa diselesaikan dan bisa mengantisipasi mafia tanah.
“Program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) di Jember sudah seratus persen. Tinggal kita menyelesaikan redistribusi (tanah) yang akan kita serahkan ke masyarakat,” kata Hadi, usai menyerahkan sertifikat tanah kepada warga Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Jumat (6/1/2023).
Hadi ingin percepatan program PTSL dan reformasi agraria sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo bisa segera diselesaikan. “Kami harapkan pada 2024, Jember ini di samping sudah 100 persen, juga menjadi ‘kota lengkap’. Semuanya sudah terdaftar masuk ke PTSL dan sudah masuk ke sistem digital. Jadi dengan sistem yang baik dan digitalisasi, sudah aman dari ancaman mafia tanah,” katanya.
Salah satu percepatan itu adalah dengan menyerahkan 390 sertifikat tanah kepada warga Sukamakmur. “Kami harapkan masyarakat saat ini sudah memiliki sertifikat yang membuktikan mereka sudah memiliki kepastian hukum atas tanahnya,” kata Hadi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-jember-hendy”]
Hadi meminta Pemerintah Kabupaten Jember memberikan akses kepada perbankan, bila sertifikat tersebut digunakan sebagai jaminan pinjaman uang untuk membuka usaha mikro kecil menengah. “Apabila memang harus pinjam ke bank, benar-benar dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, bukan konsumtif,” katanya.
Kementerian ATR juga akan menyelesaikan persoalan tanah di Desa Curahnongko. “Kami upayakan mereka bisa mendapat kepastian hukum, yang nantinya kami akan tawarkan ke PTPN (PT Perkebunan Nusdantara) agar permasalahan di Jember, khususnya lahan garapan, bisa segera selesai,” kata Hadi.
Sementara itu, Bupati Hendy Siswanto mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan Badan Pertanahan Nasional dan masyarakat. “Kita ketahui bersama masyarakat di Jember, khususnya di Sukamakmur dan Curahnongko, semakin lama semakin memahami arti pentingnya dokumen,” katanya.
“Kita segerakan, mana yang sudah selesai kita sertifikatkan dan hari ini terjadi. Kalau ini berlarut-larut, sampai kapan selesai? Kami berterima kasih kepada PTPN X dan XII yang membantu (proses) ini dan ini jadi satu berkah bagi kita semua,” kata Hendy.
Menurut Hendy, cukup banyak tanah yang perlu disertifikasi. “Mudah-mudahan tahun ini sudah semuanya,” katanya. [wir/suf]






