Jombang (beritajatim.com) — Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Jombang, KH Zainul Ibad Wijaya As’ad atau yang akrab disapa Gus Ulib, menyampaikan pernyataan tegas terkait dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam pernyataannya pada Rabu (1/4/2026), Gus Ulib menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh pada struktur kepanitiaan untuk memastikan lahirnya kepengurusan yang lebih baik dan membawa perubahan positif bagi organisasi NU.
Menurut Gus Ulib, keberhasilan Muktamar sangat bergantung pada integritas penyelenggara yang harus bebas dari berbagai kepentingan luar yang dapat merusak jalannya organisasi.
Ia menyoroti isu terkait sterilisasi kepanitiaan dari pengaruh-pengaruh negatif, termasuk anasir politik, joki politik, dan pengaruh kepentingan tambang yang dianggap tidak memberikan faedah bagi NU.
“Ya, betul. Kita semua berharap agar muktamar segera dilaksanakan, agar NU segera memiliki kepengurusan NU yang lebih baik dan membawa NU yang lebih baik. Dan tentunya, hasil yang baik, kalau seandainya penyelenggaranya, ya itu harus bersih. Dari anasir-anasir jahat,” ujar Gus Ulib.
Selain itu, Gus Ulib secara spesifik mengkritik struktur kepanitiaan Muktamar ke-35 NU yang sudah terbentuk. Menurutnya, jika kepanitiaan masih dipegang oleh figur yang sama, maka harapan untuk perubahan yang lebih baik akan sulit tercapai.
Gus Ulib mengingatkan warga NU agar tidak menjadi korban untuk kesekian kalinya akibat integritas kepanitiaan yang diragukan. Ia mendesak agar format kepanitiaan dibenahi dengan lebih bijaksana agar Muktamar nanti dapat menghasilkan kepengurusan yang lebih sehat dan membawa citra positif bagi NU.
Seperti diketahui, sejumlah tokoh masuk dalam jajaran panitia inti untuk menyukseskan agenda Muktamar ke-35 NU. Di antaranya: Ketua Panitia Pelaksana (OC) Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekretaris Panitia Pelaksana (OC) Amin Said Husni, Panitia Pengarah (SC) Katib Aam PBNU, Sekretaris Panitia Pengarah (SC) Mohammad Nuh. [suf]






