Surabaya (beritajatim.com) – Sekelompok petani di Pasuruan curhat kepada Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad (Gus Sadad). Ini karena mereka masih mengalami persoalan klasik, seperti kelangkaan pupuk, harga gabah anjlok saat panen raya, hingga hama.
Gus Sadad yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim ini menemui kalangan petani di kawasan Tambaksari Kraton, Kabupaten Pasuruan. Yakni, bertemu tiga kelompok tani di kawasan tersebut. “Saya berharap produktivitas pertanian Jatim atau produksi padi tetap terjaga seperti halnya tiga tahun terakhir ini. Yaitu di kisaran angka 10 juta ton dalam setahun,” tegasnya kepada beritajatim.com.
[berita-terkait number=”4″ tag=”petani”]
Ada tiga poktan yang mengelola sawah seluas 110 hektare. Hanya saja, ada sekitar 30 hektare di antaranya mengalami gagal panen. Seperti yang disampaikan Mat Basa, salah seorang petani setempat yang mengaku mengalami gagal panen.
Pria paruh baya itu mengeluh telah merugi. Hasil penjualan gabah disebut hanya sekitar 60 persen dari modal yang dikeluarkan. Hal yang sama juga disampaikan Ketua Poktan, Abdullah yang juga mengeluh tidak seragamnya waktu tanam dari petani.
“Petani yang mulai menanam bulan Mei tidak mengalami kendala, tapi yang mulai tanam di bulan April sebagian besar gagal,” katanya.
Kegagalan diperkirakan juga karena faktor cuaca yang tidak menentu dan belum memungkinkan. Apalagi, pemprov mempercepat masa tanam di bulan April lalu. Menanggapi hal ini, Gus Sadad menyatakan telah menampung keluhan yang ia terima.
“Banyak persoalan klasik yang selalu terulang dari tahun ke tahun, misalnya kelangkaan pupuk, harga gabah yang anjlok saat panen raya dan hama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Sadad mendorong hal ini harus segera diatasi oleh Pemprov Jawa Timur. Lepas dari apapun penyebab gagal panen yang terindikasi di beberapa titik di kabupaten atau kota, pemprov harus turun tangan. “Pemprov harus segera melakukan langkah antisipatif untuk melindungi pertanian di Jawa Timur,” pungkasnya. [tok/suf]







