Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebanyak 2000 anak yatim ikut meriahkan pawai dan bazaar 1 Muharram 1445 H, yang digelar Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Sidoarjo di Alun-alun Sidoarjo Minggu (10/9/2023).
Pawai diberangkatkan Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) dari paseban depan Pendopo Delta Wibawa Kab Sidoarjo. Sebelum pemberangkatan, Gus Muhdlor meminta doa bagi kebaikan Kabupaten Sidoarjo agar dipenuhi kemakmuran dan kedamaian bagi seluruh masyarakatnya.
“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Sidoarjo mohon doanya agar Kabupaten Sidoarjo menjadi kabupaten yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur (berkah, aman dan sejahtera),” ucapnya yang diamini peserta pawai.
Gus Muhdlor juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan seperti ini karena dapat menjadi moment meningkatkan SDM generasi bangsa. Generasi yang berkualitas berlandaskan nilai-nilai Islam.
Baca Juga: Polisi Inspiratif, Bertahun-tahun Konsisten Ingatkan Salat Lima Waktu Lewat WA Grup
“Menjadi kaya itu boleh, menjadi pintar itu boleh tetapi menjadi pribadi yang mempunyai empati kepada sesamanya itu juga penting,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Forum LKSK Sidoarjo Kustari mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1445 H dan juga HUT Kemerdekaan RI ke 78 tahun ini. Pesertanya seluruh anak panti asuhan se-Kabupaten Sidoarjo. Jumlahnya 2.137 anak, dan didampingi pengasuh yayasan kurang lebih sebanyak 231 orang.
Selain pawai, Kustari menyebut dalam kegiatan kali ini juga digelar bazzar serta pemeriksaan gratis dari RSJ Menur dan pentas seni dari seluruh panti asuhan.
Baca Juga: MF Nurhuda Yusro Setuju dengan Pentingnya Istitha’ah Kesehatan bagi Jamaah Haji
“Harapan dari kegiatan ini agar anak-anak panti asuhan tidak merasa disendirikan, bahwa dilingkungan kita masih banyak yang menyayangi mereka,” terangnya.
Dalam kesempatan itu Kustari juga mengucapkan terimakasihnya kepada Gus Muhdlor dan Pemkab Sidoarjo atas perhatian dan dukungannya selama ini kepada seluruh panti asuhan.
Dukungan tersebut bukti perhatian pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada anak-anak panti asuhan. “Anak-anak ini memang butuh perhatian dari seluruh masyarakat Sidoarjo,” paparnya. (isa/ian)






