Kediri (beritajatim.com) – KH. Muhammad Ma’mun terpilih kembali sebagai Ketua PCNU Kabupaten Kediri. Dengan begitu KH. Muhammad Ma’mun memimpin PCNU Kabupaten Kediri masa khidmat 2023-2028.
Konferensi Cabang (Konfercab) XI Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kediri berlangsung selama dua hari di Pondok Pesantren (Ponpes) Sirojul Ulum, Semanding, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Gus Ma’mun meraih suara terbanyak dari 9 nama yang muncul dalam Konfercab XI NU Kabupaten Kediri tersebut.
KH. Muhammad Ma’un mendapatkan 372 suara, Nur Baedah 42 suara, KH. Khoirul Basyar 45 suara, Abdurahman 1 suara, Basyarudin 2 suara, Maimun 1 suara, H Nur 1 suara , Maksum 2 suara, dan Abi Musa 1 suara. Sebelum ditetapkan oleh pimpinan sidang, Gus Ma’mun dipanggil ketua sidang untuk menyampaikan pernyataan di depan peserta konfercab berkenan menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kediri. “Saya siap menjadi Ketua PCNU Kabupaten Kediri,” kata Gus Ma’mun di hadapan peserta konfercab.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pcnu-kediri”]
Setelah itu pimpinan sidang juga meminta kepada Ketua Rais Syuriyah terpilih untuk menyetujui Gus Ma’mun menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kediri. “Ora ngegus, cepot kiane, dan kita siap bekerja sama,” jawab KH. Abdul Nasir Badrus dihadapan peserta konfercab.
Setelah mendengarkan jawaban ketua rais syuriyah, dengan segera pimpinan sidang menetapkan KH. Muhammad Ma’mun sebagai ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kediri.
Kado Ultah Ke-64, Kiai Nasir Terpilih Kembali Sebagai Rois Syuriyah
Tepat di hari ulang tahun yang ke-64 yang jatuh pada Sabtu 12 November 2022, KH. Abdul Nasir Badrus kembali terpilih sebagai Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Kediri masa khidmad 2023-2028.
KH. Nurul Huda Ahmad selaku perwakilan dari lima anggota AHWA dihadapan pengurus ranting sekabupaten kediri menyampaikan bahwa hasil musyawarah mufakat dengan menetapkan KH. Abdul Nasir Badrus sebagai rais syuriah periode 2023-2028.
“Maka kami sepakat untuk menetapkan KH. Abdul Nasir Badrus sebagai rais syuriah,” kata KH. Nurul Huda Ahmad didepan peserta Konfercab XI NU Kabupaten Kediri yang digelar di Ponpes Sirojul Ulum Semanding Pare.
KH. Nurul Huda juga tidak lupa mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas kepercayaan seluruh pengurus MWC dan Ranting se Kabupaten Kediri yang telah memberikan amanah AHWA kepada kami. “Maturnuwun atas amanah yang diberikan” ungkapnya.
Perlu diketahui proses penetapan awalmya sangat menegangkan, dimana KH. Abdul Nasir Badrus yang awalnya mendapatkan suara terbanyak menjadi anggota AHWA mengundurkan diri sehingga digantikan oleh KH. Abu Musa Al Asyari.
KH. Huda juga menjelaskan bahwa proses musyawarah sempat terhenti karena ternyata KH. Busyro Karim tidak bisa hadir , meskipun begitu musyawarah tetap dilanjutkan dan KH. Busyro Karim mengikuti rapat dari awal hingga akhir dengan video call. “Musyawarah tetap dilanjutkan meskipun KH. Busyro dengan Video Call,” pungkasnya. [nm/suf]







