Jember (beritajatim.com) – Muhammad Balya Firjaun Barlaman alias Gus Firjaun, calon wakil bupati nomor urut 1, terharu melihat aksi kelompok ‘Masyarakat Bela Kiai’ di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang memprotes pidato yang menyebut nama organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia dan penistaan terhadapnya.
Selain berunjuk rasa di kantor DPRD Jember, Masyarakat Bela Kiai juga melaporkan Muhammad Fawait, calon bupati nomor urut 2, dan Aep Ganda Permana, pengacara pendukung pasangan Muhammad Fawait-Djoko Susanto, ke Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Kamis (14/11/2024).
Mereka marah dengan pernyataan Fawait yang menuduh adanya gerakan seperti PKI yang menghadang santri memimpin Kabupaten Jember, yang kemudian menjadi bola liar dan menempatkan pasangan Hendy Siswanto-Firjaun Barlaman pada posisi seakan-akan tertuduh di media sosial. Kemarahan mereka bertambah setelah Aep memelesetkan nama ‘Gus Firjaun’ menjadi ‘Gus Firaun’ di media sosial.
Firjaun sebenarnya tidak tertarik menanggapi pidato Fawait dan pelesetan Aep. “Tapi mereka yang memiliki hubungan dan keterkaitan batin dengan saya, baik sebagai simpatisan, sebagai sahabat, atau bahkan menganggap saya sebagai guru walau saya tidak merasa jadi guru apalagi kiai, memiliki tanggapan berbeda-beda,” katanya.
Jadi saat Firjaun diusik walau tak secara langsung, mereka bereaksi. “Siapa saja, kalau mengalami seperti ini, pasti akan bereaksi. Apalagi santri,” katanya saat diwawancarai Beritajatim.com, di Pondok Pesantren As-Shiddiqi Putra, Jumat (15/11/2024).
“Saya tidak pernah menyuruh dan tidak melarang mereka yang mau mengekspresikan perasaannya, termasuk gerakan kemarin. Saya sampai terenyuh. Terenyuhnya begini, ada yang menyebut ‘(Gus Firjaun) yang mendidik saya dari kecil’. Andaikata kiai saya dibegitukan, walaupun kiai saya mengabaikan, tapi saya sebagai santri mungkin akan melakukan hal yang sama seperti dilakukan rekan-rekan kemarin,” kata Firjaun.
Jangan Bawa-Bawa Keluarga Bani Siddiq
Pernyataan ini berbeda dengan pernyataan M. Ahmad Birbik Munajil Hayat, keponakan Firjaun yang juga politisi Golkar, dalam rapat dengar pendapat dengan perwakilan Masyarakat Bela Kiai, di gedung DPRD Jember, Kamis (14/11/2024) kemarin.
Saat itu Birbik mengatakan, keluarga keturunan KH Achmad Siddiq sudah merembukkan isu soal pidato PKI ini. “Kalau panjenengan (Masyarakat Bela Kiai, red) mempermasalahkan itu, Gus Firjaun sendiri tidak ada masalah. Sudah selesai di keluarga. Kalau itu memang merendahkan marwah keluarga kami, kami yang lebih tidak terima,” katanya.
Birbik mengaku hadir bersama anggota Bani Siddiq lainnya saat Fawait berpidato dalam acara Refleksi Hari Santri, 22 Oktober 2024. “Kami sudah merembuk bersama keluarga bahwa tidak ada statement kepada beliau (Firjaun, red),” katanya.
Firjaun membantah pernah ada rapat keluarga keturunan KH Achmad Siddiq untuk membahas isu pidato PKI yang diucapkan Fawait. “Saya sampai saat ini belum pernah bertemu dengan Birbik dan Baiqun (Baiqun Purnomo, kerabat Firjaun, red). Apalagi membicarakan persoalan ini,” katanya.
Firjaun tak ingin keluarga besar Bani Siddiq dibawa-bawa. “Wong nge-share soal politik di grup keluarga saja kami hindari agar hubungan keluarga masih tetap,” katanya.
Soal ‘Gus Firaun’
Firjaun juga menyesalkan adanya plesetan namanya menjadi ‘Gus Firaun’ yang dinyatakan Aep Ganda Permana di media sosial, gara-gara dirinya dianggap tidak menjenguk Jaddin Wajad yang sedang sakit. Jaddin adalah keponakan Firjaun.
Aep mengomentari Muhammad Fawait yang menjenguk Muhammad Jaddin Wajad, keponakan Firjaun, yang tengah sakit. ‘Persoalan kemanusiaan memang berbeda. Gus Fawait menjenguk Gus Jadid usai debat publik. Masyaallah Gus. Adab di atas ilmu. Entah ke mana Gus Firaun pamannya, mungkin lagi asyik bareng Raja Jompo’.
Tanpa publikasi, Firjaun sebenarnya sudah menjenguk Jaddin lebih dulu. Saat itu Jaddin menangis dan merangkul Firjaun. “Apapun Jaddin itu keponakan saya. Anda bisa membedakan mana yang kemudian memanfaatkan situasi untuk kepentingan politik dan yang tulus ingin menjenguk orang sakit,” kata Firjaun.
Mengetahui namanya diplesetkan menjadi ‘Gus Firaun’, Firjaun heran. “Orang ini bagaimana sih, kok menyamakan dengan orang yang dilaknat oleh Allah dan mengaku Tuhan. Ya tentu saja, mereka yang punya hubungan batin dengan saya pasti tidak terima. Siapa saja kalau kemudian dikata-katai walau itu katanya tanpa sengaja, kan ya gak bener. Apalagi menyandingkan Firaun dengan Raja Jompo,” katanya.
Namun, Firjaun tidak akan membalas semua perbuatan yang merugikannya. “Bagi mereka yang kemudian punya niat tidak baik dengan berbagai macam tutup (bentuk), saya hanya berharap hatinya dibuka oleh Allah. Saya tidak ingin membalas. Cukuplah mereka menyadari bahwa perbuatan jelek itu pasti akan berdampak pada pelaku sendiri,” katanya. [wir]






