Jember (beritajatim.com) – Muhammad Fawait, legislator DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra, senang dengan hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) yang menempatkannya sebagai kandidat terkuat bupati Jember.
Berdasarkan survei ARCI terhadap 831 orang responden pada 7-25 Maret 2023, Gus Fawait, sapaan akrabnya, mendapat dukungan 26,9 persen responden dan Hendy Siswanto didukung 25,5 persen responden. Faida, Bupati Jember 2016-2021, berada di tempat ketiga dengan 10,2 persen dukungan.
“Saya senang tentu. Tidak munafiklah mendengar hasil survei tersebut. Tapi sekali lagi sebagai kader Partai Gerindra hari ini saya masih berfokus untuk pemilihan legislatif dan pemilihan presiden,” kata Fawait, ditulis Sabtu (8/4/2023).
Menurut Fawait, pemilihan kepala daerah baru dilangsungkan setelah pemilu legislatif dan pemilihan presiden. “Tapi itu penyemangat bagi kami. Intinya kehadiran kami di daerah pemilihan Jember dan Lumajang menunjukkan tanda-tanda yang baik ke masyarakat,” katanya.
“Kebetulan, perintah dari ketua umum kami, kami harus hadir di tengah-tengah masyarakat, Pencitraan yang baik itu adalah pencitraan yang mengambil hati masyarakat. Caranya adalah hadir ketika masyarakat punya masalah dan menjadi sandaran ketika masyarakat punya problem,” kata Fawait.
Fawait menyebut hasil survei itu tak ubahnya vitamin pada saat Ramadan. “Kami kan sering berkeliling daerah pemilihan. Tapi itu juga atas arahan dari ketua umum kami. Tidak ada kaitan dengan pilkada. Perintah ketua umum kami adalah hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi ketika masyarakat punya masalah,” katanya.
Fawait mengatakan, tidak elok jika saat ini berbicara soal pilkada. “Apalagi ketua umum kami (Prabowo Subianto) masih berfokus menyiapkan diri untuk pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden,” katanya.
ARCI menyebut, pemilih Fawait didominasi kaum perempuan. “Saya pikir selama ini kami sering bertemu dengan emak-emak, karena banyak solusi yang dihasilkan. Contoh: kami orang pesantren menyebut emak-emak sebagai madrasatul ula. Madrasah pertama untuk anak. Kalau ingin menata anak lebih baik ke depan, maka kuncinya emak-emak ini, termasuk urusan penanganan stunting,” kata Fawait.
Selama ini Fawait dan tim pendukungnya sudah berupaya keras untuk ikut mengatasi tengkes. “Mudah-mudahan pemkab juga bisa membaca itu,” katanya. [wir]






