Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait nmeminta 2.956 orang jemaah haji asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendoakan keselamatan Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto.
“Mudah-mudahan selalu diberikan panjang umur dan kesehatan, karena kita tahu tantangan dunia hari ini luar biasa,” kata Gus Fawait, sapaan akrabnya, usai acara doa bersama dan pelepasan jemaah haji di Balai Serba Guna, Senin (4/5/2026).
Ketidakstabilan di Timur Tengah, menurut Gus Fawait, akan membuat tantangan bagi Indonesia semakin besar. “Dan Indonesia sudah terbukti menjadi negara yang paling tangguh dalam menghadapi ancaman dari luar negeri, termasuk ancaman krisis ekonomi,” katanya.
“Dan itu terlihat dari bagaimana harga BBM kita masih stabil, terutama BBM untuk masyarakat tidak mampu, yaitu BBM bersubsidi.,” kata Bupati Fawait.
Gus Fawait meminta semua jemaah haji Jember berdoa agar Indonesia bisa tetap tangguh. “Dan Presiden bisa menjalankan visi dan misinya untuk membawa Indonesia maju,” katanya.
Gus Fawait juga minta jemaah haji mendoakannya. “Jangan lupa saya juga didoakan. Doakan juga Pemkab Jember, jajaran Forkopimda, mudah-mudahan kami diparingi selamat oleh Allah SWT,” katanya.
Dengan bantuan doa ulama dan para jemaah haji, Gus Fawait yakin, dalam lima tahun ke depan slogan Jember Baru Jember Maju akan terwujud. “Saya mohon maaf apabila selama satu tahun empat bulan ini Jember masih banyak kekurangan,” katanya.
Namun, menurut Gus Fawait, Jember sudah du jalur yang benar berdasarkan angka-angka indikator Badan Pusat Statistik dan lembaga lainnya. “Pertumbuhan ekonomi Jember tertinggi selama lima tahun adalah 2025. Pendapatan Kabupaten Jember tertinggi dalam sejarah ada pada tahun 2025,” katanya.
“Kita sudah kembali on the track menjadi kabupaten yang didesain menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di ujung timur Pulau Jawa,” kata Bupati Fawait.
Gus Fawait meyakini, pendidikan menjadi kunci untuk mengurai kemiskinan. Maka Pemkab telah nenyalurkan tujuh ribu hingga delapan ribu beasiswa untuk anak-anak Kabupaten Jember, termasuk dari kalangan santri, agar bisa kuliah di seluruh Indonesia.
Insentif guru ngaji juga sudah disalurkan sebelum lebaran secara terhormat. “Kita berikan tidak perlu antre lagi,” kata Fawait.
Sementara itu di sektor kesehatan, menurut Gus Fawait, seluruh warga yang mengantongi KTP Jember bisa menikmati layanan Universal Health Coveraga atau layanan kesehatan semesta. “Kalau sakit bisa berobat gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia,” katanya.
Bandata Notohadinegoro Jember juga sudah dikativasi. “Walau pun kita sedang berjuang,” kata Gus Fawait.
Sementara untuk pembangunan jalan, Gus Fawait minta masyarakat bersabar. “Tidak bisa hari ini diminta besok langsung dibangun. Jalan di Jombang, Kencong, Gumukmas, dan sekitarnya yang milik Provinsi Jatim sudah kitab bangun walau sedang berproses,” katanya.
Pembangunan jalan dari Kecamatan Tanggul menuju pusat kota Jember akan dimulai pertengahan tahun 2026. “Akan diaspal ulang dan diperlebar, termasuk pembangunan flyover di Mangli dan pengaspalan sampai ke wilayah kota,” kata Gus Fawait.
Jalan tol pun terkoneksi dengan Jember. “Insyallah perencanannya sudah dari Situbondo ke Jember dan Banyuwangi,” kata Gus Fawait.
Para jemaah haji akan diberangkatkan dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, menuju Tanah Suci Mekkah pada 14-16 Mei 2026. Jumlah ini yang terbesar di Jawa Timur.
Mereka akan diberangkatkan dari Kecamatan Tanggul. “Dulu sempat dilepaskan di (depan kantor) Pemkab Jember. Tapi kasihan yang dari Jombang, Kencong, Gumukmas,” kata Bupati Fawait.
Gus Fawait, sapaan akrabnya, berharap para jemaah haji bisa menjaga kesehatan. “Ibadah haji ini bukan cuma ibadah batin saja, tapi juga ibadah fisik,” katanya. [wir/suf]






