Malang (beritajatim.com) – Icuk Trisetyanto, guru SMKN 5 Malang mengadakan pameran tunggal seni rupa dan kriya. Pameran tersebut berlangsung sejak hari Selasa (18/10/2022) hingga Sabtu (22/10/2022) di Aula SMKN 5 Malang.
Hari pertama pembukaan acara dihadiri oleh Ibu Wali Kota Malang yang juga menjabat sebagai ketua Dekranasda. Hari kedua, diisi dengan seminar tentang perkembangan seni rupa dan kriya yang mengundang guru SMP dan SMK se-kota Malang. Seminar tersebut menghadirkan Prof. Dr. Ponimin, M.Hum dan Muchlis Arif, S.Sn., M.Sn.
Icuk Trisetyanto, S.Sn menjelaskan jika tujuan utama karya itu adalah untuk pembelajaran bagi siswa.
“Karya-karya saya terdapat bahan yang bisa digunakan untuk pembelajaran di SLTA. Saya mengajak anak – anak untuk melihat lebih dekat, agar bisa mengapresiasi karya. Selain itu, untuk memotivasi guru. Kebetulan di SMKN 5, banyak yang pegiat seni dari berbagai macam bidang,” terangnya saat ditemui pada Rabu (19/10/2022).
Untuk jangka panjang, kata Icuk, akan ada pameran bersama guru dan siswa sehingga bisa lebih semarak. “Itu untuk memotivasi siswa yang akan sekolah di SMKN 5 Malang, terutama siswa SMP agar kemudian bisa tertarik sekolah di sini untuk memilih jurusan-jurusan seni,” paparnya lebih lanjut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”smkn-5-malang”]
Icuk berharap agar karyanya bisa mendapat apresiasi dari masyarakat secara luas. “Harapannya sekolah ini bisa dikenal di luar lebih banyak, begitu juga dengan karya saya bisa diapresiasi oleh seniman maupun masyarakat luas baik di lingkup kota Malang, Jawa Timur, terlebih nasional,”
Pameran tunggal seni rupa dan kriya ini berisi banyak jenis karya mulai dari lukisan, lukis batik, batik, keramik, kayu, dan fiberglass. Tema yang diusung yaitu melalui apresiasi seni untuk menggapai cita-cita
“Saya pernah bercita-cita, membuat pameran tunggal dulu saat baru lulus kuliah. Dan itu sudah tercapai hari ini. Salah satu yang penting dan unik dari pameran tunggal ini karena banyak jenis karya seperti lukisan, lukis batik, batik, keramik, kayu, dan fiberglass,” imbuh pengajar Kriya Keramik di SMKN 5 Malang itu.
Dia menambahkan bahwa seluruh karya yang dibuat membutuhkan waktu 5 tahun proses pembuatan. “Karya ini semua buatan saya sendiri, tidak melibatkan pihak lain. Saya sudah lama merencanakan pameran tunggal ini. Sejak tahun 2018, namun karena masih pandemi jadi baru bisa terlaksana pada tahun 2022 ini,” tutupnya dalam penyampaian. (dan/ted)






