Surabaya (beritajatim.com) – Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Bidang Ilmu Informasi dan Perpustakaan Prof Rahma Sugihartati meminta ada pembatasan penggunaan gadget bagi anak-anak. Itu menyusul adanya penurunan minat baca anak.
Rahma mengungkapkan, banyak penelitian yang menunjukan bahwa tak sedikit pengaruh negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan gadget yang terlalu berlebihan, seperti bermain game, mendengarkan musik, dan mengakses sosial media.
“Jika gadget di sini menunjuk pada perangkat smartphone, maka memang ada pengaruh gadget terhadap minat baca anak. Banyak penelitian membuktikan, terjadi hubungan yang negatif antara penggunaan gadget dan minat baca,” ungkapnya, Kamis (20/7/2023).
BACA JUGA:
Manfaatkan Bus Literasi untuk Tarik Minat Baca Anak Gresik
Artinya, lanjut dia, penggunaan gadget yang berlebihan akan berdampak terhadap menurunnya minat baca. “Hal ini disebabkan karena gadget atau smartphone, cenderung tidak dimafaatkan untuk mengakses berita atau informasi, bahkan untuk membaca e-book,” lanjutnya.
Adanya penurunan minat baca pada anak tersebut karena tidak diimbangi dengan penggunaan gadget untuk media membaca. Menurut dia, sebaiknya anak-anak sejak dini dibangun minat bacanya melalui aktivitas membaca.
“Anak-anak yang sejak dini langsung diperkenalkan pada gadget atau smartphone maka terjadi kecenderungan anak-anak tidak akan memanfaatkan gadget sebagai media untuk membaca (e-book, red),” katanya.
Ditambahkan, bahwa dampak negatif penggunaan gadget secara berlebihan adalah anak-anak semakin tidak suka membaca dan semakin mereka dewasa, maka tidak akan suka menelusur informasi yang berguna bagi kehidupannya melalui bacaan.
BACA JUGA:
Ada Kuota Terbaru Penerima KIP Kuliah di Unair
“Mereka juga lebih menyukai informasi yang bisa didapatkan secara instan dari dunia maya melalui gadget-nya tanpa memeriksa apakah informasi tersebut benar atau sampah. Mereka juga cenderung melakukan copy-paste informasi yang ada di internet tanpa membaca dan mempelajarinya untuk mendapatkan pemahaman yang utuh,” beber Rahma.
Untuk membangkitkan semangat minat baca bagi anak-anak sendiri, yakni bisa dengan tidak memperkenalkan gadget sebelum mereka dibangun minat baca yang kuat melalui bacaan cetak. Serta penggunaan gadget untuk kepentingan pleasure (bermain game) perlu dibatasi untuk anak-anak dan diimbangi dengan aktivitas membaca dengan menggunakan gadget. [ipl/suf]






