Surabaya (beritajatim.com) – Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Riyanarto mengembangkan metode prediksi saham lewat sentimen atau pendapat masyarakat. Metode itu yakni Transformer Encoder Gated Recurrent Unit (TEGRU).
Studi yang bertumpu pada fenomena kehidupan sehari-hari ini dinilai berperan penting dalam pembuatan keputusan individu. Untuk bisa mengkaji sentimen itu, transformasi data kualitatif menjadi data kuantitatif diperlukan, agar dapat dianalisis secara lebih efektif. “Maka dari itu, saya menerapkan metode TEGRU untuk menganalisis data sentimen,” beber Riyan, ditulis Jumat (13/10/2023).
Secara sederhana, kata dia, penelitian ini menggabungkan dua proses penting dalam interpretasi data. Pendekatan itu mencakup penggunaan metode Transformer Encoder yang bertugas mengekstraksi informasi dari dataset.
Kemudian penerapan Gated Recurrent Unit (GRU) yang berfungsi memproses dan melakukan prediksi data secara berkelanjutan. Dengan hasil pendekatan, metode ini sangat cocok untuk situasi yang memerlukan analisis jangka panjang.
Dalam penerapannya, TEGRU telah memanfaatkan data yang berasal dari berbagai sumber berita yang terpercaya. Pada tahap selanjutnya, informasi itu akan diorganisir dalam beragam kategori.
Ia menambahkan, bahwa TEGRU akan memilah berbagai judul berita utama dan mengategorikannya ke dalam dua klasifikasi pokok, yaitu sentimen positif atau negatif yang tercermin dalam berita.
“Ini memungkinkan TEGRU untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana masyarakat merespons berbagai peristiwa dan isu melalui analisis sentimen yang teliti,” jelasnya.
Setelah berhasil memperoleh data sentimen, langkah selanjutnya menghimpun data transaksi di pasar saham. Dengan dua sumber data yang ada, TEGRU akan menjalankan proses sinkronisasi dan merancang skenario pergerakan harga saham pada periode mendatang dengan berbagai metode perhitungan yang cermat.
Riyan menyebut, manfaat metode ini yakni pasar akan merasakan manfaat prediksi yang lebih akurat dan andal. Ini disebabkan oleh pendekatan yang mengintegrasikan dua aspek penting, yaitu data transaksi harga saham dan sentimen masyarakat. “Melalui metode ini, kami dapat memperkirakan fluktuasi opini publik yang berpotensi memengaruhi penjualan saham,” ujar Riyan.
Menurutnya, TEGRU bukan sebatas alat prediksi penjualan saham. Riyan yakin metode ini dapat menjadi solusi untuk beragam permasalahan yang memerlukan analisis prediksi di berbagai bidang kehidupan manusia. [ipl/kun]
BACA JUGA: Pertamuda Workshop Series 3 di ITS Surabaya Dorong Pertumbuhan Startup Muda






