Mojokerto (beritajatim.com) – Gunung Penanggungan dan Anjasmoro yang ada di Kabupaten Mojokerto mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepulan asap terlihat di dua titik yang ada di kedua lereng gunung tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, kepulan asap terlihat di lereng Gunung Penanggungan yang berada di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
“Kebakaran terjadi pada Selasa (17/10/2023) sekira pukul 14.05 WIB. Kepulan asap terlihat di petak 18B RPH Trawas, BKPH Penanggungan, KPH Pasuruan. Kepulan asap diketahui setelah petugas melakukan patroli sehingga kami berkoordinasi dengan pihak Perhutani. Yang terbakar, tanaman perdu dan semak belukar,” ungkapnya, Rabu (18/10/2023).
Tim gabungan dari petugas Perhutani, masyarakat desa, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Polsek/Koramil Trawas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto dan SAR Penanggungan sebanyak 85 personil menuju ke lokasi titik api.
BACA JUGA:
Kebakaran Hutan di Putuk Kencur Mojokerto, Petugas Gabungan Diterjunkan
“Hingga Selasa sore, luas area yang terdampak sekitar 8 hektar, karena sampai saat ini api masih belum bisa dipadamkan. Sementara karhutla di Gunung Anjasmoro tepatnya di Desa Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto terjadi sekira pukul 15.05 WIB,” ujarnya.
Berdasarkan laporan dari petugas Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo, lanjut Khakim, karhutla terjadi di wilayah Gunung Anjasmoro dengan tanaman yang terbakar ilalang dan semak belukar. Pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Tahura R Soerjo.

“Sekira pukul 17.15 WIB tim Tahura bersama Personil RPH 06 sebanyak 16 personil menuju ke lokasi titik api, tim berangkat melalui jalur pendakian Puthuk Kencur. Untuk saat ini api belum bisa dipadamkan dan jalur pendakian lewat Puthuk Kencur ditutup untuk sementara,” pungkasnya. [tin/suf]






