Bondowoso (beritajatim.com) – Gunung berapi Ijen Purba zaman dahulu meletus dahsyat sekitar 300-400 tahun yang lalu dan menciptakan 22 anak gunung.
Salah satu anaknya adalah Kawah Wurung. Objek wisata yang berada di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.
Kepala Desa Kalianyar, Mohamad Faozi mengatakan, Kawah Wurung menjadi objek wisata yang cukup banyak dikunjungi wisatawan.
“Rata-rata pengunjung berfoto selfie bahkan sampai berkemah di sana,” ungkap Faozi kepada BeritaJatim.com, Minggu (14/7/2024).
Kabid Pariwisata pada Disparbudpora Kabupaten Bondowoso, Yuli Sri Dwi Handayani menjelaskan beberapa hal tentang Kawah Wurung.
“Kawah Wurung adalah geosite representasi dari anak gunung api pasca terjadinya letusan zaman purba,” katanya.
Akibat letusan Gunung Ijen Purba itu, lalu terbentuk 22 anak gunung di dalam kaldera (Inner Caldera). 16 di antaranya adalah Gunung api.
“Gunung Raung merupakan Gunung api pasca kaldera, yang muncul di luar kaldera dan saat ini masih aktif,” terangnya.
Sedangkan geosite Kawah Wurung terbentuk dari aktivitas vulkanisme yang kompleks.
“Kawah Wurung mempunyai nilai keunggulan Geologi berupa tampilan Morfologi Gunung Api ‘Teletubbies’ Intra Kaldera,” ucap Yuli.
Untuk menuju ke puncak Kawah Wurung, pengunjung harus menyiapkan kekuatan fisik yang cukup. “Sebab pengunjung harus melalui 173 anak tangga,” sebutnya. [awi/aje]






