Surabaya (beritajatim.com) – Cabang olahraga gulat kembali ditegaskan sebagai salah satu andalan Jawa Timur dalam perburuan prestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Tak hanya di level nasional, kontribusi atlet dan pelatih gulat Jatim juga konsisten menembus panggung internasional melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Ketua KONI Jatim, M Nabil, menegaskan komitmen tersebut saat pelantikan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PGSI, Gusti Randa, di Surabaya, Sabtu (18/4/2026). “Program Jatim adalah mempersiapkan atlet mencetak prestasi dunia dan terus memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ungkap M Nabil.
Rekam jejak prestasi gulat Jatim memang tak bisa dipandang sebelah mata. Pada PON XX Papua, Jatim tampil sebagai juara umum dengan raihan 7 emas, 7 perak, dan 2 perunggu.
Pada PON XXI Aceh-Medan, posisi Jatim berada di peringkat kedua dengan torehan 5 emas, 4 perak, dan 5 perunggu, di bawah Kalimantan Timur yang mengoleksi 5 emas, 4 perak, dan 6 perunggu.
Dominasi kembali ditunjukkan pada ajang PON Beladiri Kudus 2025, di mana Jatim sukses merebut gelar juara umum dengan 6 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
“Salah satu kunci sukses prestasi gulat Jatim karena pengurus memiliki tradisi guyub dan solid. Dengan kepengurusan yang baru ini saya berharap gulat Jatim bisa meraih juara umum di PON NTB-NTT XXII 2028,” ujar M Nabil.
Untuk menjaga tren positif tersebut, ia mendorong Pengprov PGSI Jatim memperbanyak kejuaraan sebagai bagian dari pembinaan atlet di daerah. “Idealnya dalam satu tahun harus ada empat sampai lima kejuaraan di Jatim,” katanya.
Sementara itu, Gusti Randa menilai pola pembinaan gulat Jatim sudah berjalan dengan baik dan terbukti dari konsistensi prestasi yang diraih para atlet.
Ia bahkan menyoroti adanya Komisi Disiplin dalam struktur kepengurusan PGSI Jatim, yang menurutnya tidak dimiliki oleh pengurus pusat. “Di PGSI Jatim ada bidang Komisi Disiplin sedangkan di pengurus pusat tidak ada,” katanya.
Namun demikian, Gusti Randa mengingatkan pentingnya regenerasi atlet. Ia menilai dominasi atlet lama masih terlihat di berbagai ajang, termasuk SEA Games dan PON. “Jadi saya mendukung penuh jika Jatim memperbanyak kejuaraan,” katanya.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jatim, M Hadi Wawan Guntoro, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam pembinaan olahraga melalui berbagai program, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). “Tahun ini akan digelar Popda dan ini bagian dari program pembinaan atlet muda,” katanya.
Di sisi lain, Ketua PGSI Jatim, Ficky Erastho, mengakui bahwa persaingan di cabang olahraga gulat semakin ketat. “Persaingan di gulat sangat ketat, margin peraih emas dan yang gagal meraih medali sangat tipis. Agar atlet Jatim tetap berprestasi maka pengurus harus solid,” imbuhnya.
Meski demikian, ia optimistis terhadap potensi atlet muda yang dinilai terus bermunculan dan mampu bersaing dengan atlet puslatda. “Selama ini kita tidak kekurangan potensi, banyak atlet muda yang mulai bisa bersaing dengan atlet puslatda,” tutupnya. (way/kun)






