Magetan (beritajatim.com) – Letnan Satu Penerbang Allan Safitra Indra Wahyudi tergolong perwira dengan banyak prestasi. Dia telah mengantongi ratusan jam terbang, bahkan menyabet sejumlah tanda jasa.
Kadispen TNI AU, Marsma Indan Gilang Buldansyah menyebutkan Lettu Pnb Allan telah memiliki 882 jam terbang. Bahkan sudah mengantongi kualifikasi Wing Man.
“Selain ada ratusan jam terbang, Lettu Pnb Allan juga sudah mendapatkan tanda jasa Wiratama dan Wiranusa. Kemudian meninggalkan seorang istri Bianca Vista Prestiyani yang dinikahi pada 2 Agustus 2021 atau sekitar 10 bulan lalu,” kata Indan.
Khusus untuk pesawat T50i Golden Eagle, kata Indan, Allan sudah mengantongi 423 jam terbang.
Allan yang lahir di Jakarta 29 tahun lalu itu adalah perwira penerbang lulusan AAU 2015 dan Sekolah Penerbang TNI AU 2017. Sepanjang kariernya di dunia militer, Allah telah menerbangkan tiga jenis pesawat, termasuk pesawat latih dan terakhir T50i Golden Eagle TT-5009.
Penerbangan terakhir dengan T50i merupakan kali kedua bagi Allan mengarungi langit tanpa tandem setelah dinyatakan laik terbang sendiri. Pertama kali dia terbang sendiri pada 20 Maret 2022 lalu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pesawat-t50i-golden-eagle”]
Untuk diketahui, Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi, S.T (Han) mengalami kecelakaan saat menjalani latihan terbang malam. Pesawat TT-5009 yang diterbangkan melakukan kontak radio terakhir pada 19.07 WIB, lalu hilang dari pantauan hingga akhirnya dilaporkan jatuh.
Puing reruntuhan pesawat dilaporkan aparat kewilayahan berada di desa Nginggil, Kradenan, Blora Jawa Tengah. TNI AU telah membentuk Tim Panitia Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) untuk menyelidiki sebab-sebab jatuhnya pesawat.
TNI AU mengucapkan terima kasih atas peran serta aparat kewilayahan dan masyarakat dalam proses evakuasi dan pengamanan di lokasi kejadian. Juga mengimbau apabila masyarakat menemukan bagian pesawat agar melaporkan kepada petugas di lokasi. [fiq/beq]






