Malang (beritajatim.com) – Tim peneliti Universitas Islam Malang (Unisma). Tim yang dipimpin oleh Dr. Ari Ambarwati, M.Pd., menggagas metode unik untuk menumbuhkan cinta lingkungan di kalangan remaja. Mereka mengajak siswa melalui pemahaman karya sastra dengan mengaitkan ekologi dan literasi (ekoliterasi).
Kegiatan pengumpulan data dan diskusi terpumpun ini dilaksanakan di SMPN 3 Surabaya pada Kamis (31/7/2025). Para peneliti berinteraksi langsung dengan siswa kelas IX-A untuk menggali sejauh mana profil dan pengalaman ekoliterasi mereka terintegrasi dengan bacaan sastra.
Riset ini merupakan bagian dari studi lebih besar bertajuk ‘Aktualisasi Ekoliterasi di Sekolah: Kelayakan Desain Self-Curation Bacaan Sastra Berwawasan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan’. Proyek penting ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian & Pengabdian Masyarakat, Kemendiktisaintek.
Dalam sesi diskusi, tim peneliti tidak hanya menyebar kuesioner dan melakukan wawancara, tetapi juga memantik percakapan mendalam mengenai isu lingkungan. Hasilnya di luar dugaan, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Salah satu momen menarik datang dari seorang siswi bernama Astee. Ia secara spontan mengaitkan topik diskusi dengan film animasi populer, The Lorax (2012), yang sarat dengan pesan pelestarian alam.
“Di film ini pohon seakan-akan hidup seperti manusia, bisa saling berkomunikasi. Dari situ kita bisa melihat bagaimana cara mereka menjaga ekosistem,” ungkap Astee di hadapan teman-temannya.
Refleksi dari Astee menjadi bukti nyata bahwa media populer seperti film dan sastra dapat menjadi jembatan efektif untuk memahami konsep ekologi yang kompleks.

Di sela-sela kegiatan, tim peneliti memperkenalkan SIBI (Sistem Informasi Perbukuan Indonesia), sebuah platform digital milik pemerintah yang menyediakan ribuan bahan bacaan gratis. Fakta mengejutkan terungkap: hampir seluruh siswa di kelas tersebut mengaku tidak mengetahui keberadaan SIBI.
“Temuan kami menyoroti adanya kesenjangan antara ketersediaan sumber daya literasi digital dengan pemanfaatannya di tingkat siswa. Padahal, platform ini dapat diakses kapan saja untuk mendukung minat baca,” ujar Ari Ambarwati.
Kegiatan yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa UNISMA ini bertujuan mengumpulkan data komprehensif sebagai fondasi pengembangan model pembelajaran. Sebagai tanda apresiasi, tim peneliti juga menghibahkan buku-buku bacaan anak karya Dr. Ari Ambarwati kepada pihak sekolah.
“Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan kurikulum literasi berbasis lingkungan di Indonesia, menjadikan siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli pada kelestarian bumi,” tutup Dr Ari Ambarwati. (dan/but)






