Pasuruan (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Masjid KHAS Krampyangan di kawasan Taman Makkah, Kota Pasuruan. Ia optimis masjid ini akan menjadi pusat edukasi keislaman yang penting serta ikon wisata religi di Kota Pasuruan.
Khofifah menegaskan bahwa pembangunan masjid ini merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak terkait. “Saya optimis, keberadaan masjid ini akan menjadi pusat edukasi, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kebersamaan antarumat,” ujarnya.
Masjid KHAS Krampyangan, yang dirancang menyerupai miniatur Masjidil Haram, diharapkan menjadi pusat ibadah yang nyaman sekaligus simbol keagungan Islam. “Di sini, kita dapat mengenalkan kepada masyarakat Pasuruan dan wisatawan luar daerah tentang nilai-nilai kehidupan yang diajarkan dalam Islam,” kata Khofifah.
Lebih lanjut, masjid ini akan menjadi sarana edukasi yang menyampaikan pesan moral, budaya, dan sejarah Islam. “Masjid ini tentunya menjadi media untuk memperkenalkan sejarah Masjidil Haram dan Kota Makkah sebagai tempat yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia,” tuturnya.
Kawasan Taman Makkah juga diharapkan menjadi landmark yang menarik wisatawan karena aman, nyaman, dan edukatif. “Selain itu, kawasan Taman Makkah ini akan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik, mendidik, serta membawa manfaat bagi kemajuan daerah Pasuruan,” ungkap Khofifah.
Ia pun mengajak pemerintah dan masyarakat Kota Pasuruan untuk memanfaatkan masjid ini sebaik mungkin. “Masjid tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang datang beribadah, tetapi juga bagi mereka yang ingin belajar dan menggali nilai-nilai kehidupan,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyampaikan terima kasih kepada Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang telah berjuang bersamanya mewujudkan mimpi Kota Pasuruan sebagai Kota Madinah. “Saya menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Saifullah Yusuf yang telah berjuang bersama kita semua dalam mewujudkan Kota Pasuruan menuju Kota Madinah, dari kota transit menjadi kota wisata,” ujarnya.
Adi Wibowo juga menyoroti viralnya Taman Makkah di media sosial, yang menunjukkan antusiasme masyarakat. “Taman Makkah bahkan belum diresmikan, tetapi sudah banyak masyarakat yang datang langsung melihat, karena viral di media sosial, baik di Instagram maupun TikTok. Tentu semua ini berkat pemikiran dan usaha gigih kita semua,” tambahnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Gubernur Khofifah atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pembangunan masjid ini. “Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi tambahan energi serta semangat bagi Kota Pasuruan dalam membangun masjid ini,” katanya.
Adi Wibowo menjelaskan bahwa Kota Pasuruan, yang memiliki sejarah sebagai pusat perdagangan di masa lalu, kini ingin mengembangkan sektor pariwisata sebagai pilar utama perekonomian. Pemerintah daerah menargetkan Kota Pasuruan kembali berjaya sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi di sektor perdagangan dan jasa.
Pengembangan wisata terintegrasi, baik religi maupun bahari, menjadi fokus utama. “Berkaca pada Payung Madinah yang berada di kawasan terintegrasi Alun-alun Kota Pasuruan, Taman Tematik Krampyangan menjadi episode selanjutnya dari kesuksesan pembangunan pariwisata di Kota Pasuruan,” jelasnya. [ada/beq]






