Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya sinergi lintas provinsi untuk memperkuat persaudaraan, persatuan bangsa, dan konektivitas ekonomi.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri forum silaturahmi masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) asal Jatim di Banjarmasin.
Menurut Khofifah, silaturahmi ini lebih dari sekadar pertemuan biasa. “Pertemuan ini bukan hanya perekat antarprovinsi, tapi juga perekat kebangsaan. Anda semua adalah penguat persatuan Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesamaan tradisi sosial dan spiritual, yang sama-sama berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah, menjadi modal besar dalam membangun toleransi dan moderasi beragama.
Khofifah menjelaskan, forum ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi ekonomi. Hal ini terlihat dari nilai perdagangan Jatim dan Kalsel yang mencapai Rp 18,28 triliun pada tahun 2023. Angka ini terdiri dari nilai bongkar Rp 11,70 triliun dan nilai muat Rp 6,58 triliun.
Untuk meningkatkan nilai ini, Pemprov Jatim terus memaksimalkan misi dagang melalui persiapan matang seperti business matching dan business meeting virtual.
Komoditas utama yang mendominasi adalah mobil dan kendaraan bermotor senilai Rp 2,48 triliun (37,7%). Selain itu, Jatim juga banyak mengekspor suku cadang mesin, mineral, dan furnitur.
Impor Jatim dari Kalsel:
Impor utama Jatim dari Kalsel didominasi oleh batu bara, dengan nilai mencapai Rp 11,04 triliun (94,4%). Komoditas lainnya adalah karet alam, ikan kering, dan produk perikanan lainnya.
Ketua Paguyuban Warga Kalsel asal Jatim, Edi Sucipto, menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Khofifah. Ia berharap pertemuan ini dapat memperkuat jejaring sosial dan sinergi antara masyarakat perantauan dengan pemerintah daerah asal.
“Banyak warga Jatim di rantau yang sukses meniti karir hingga dipercaya menjadi pimpinan di berbagai instansi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya,” kata Edi.
Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan tali asih sebesar Rp 50 juta kepada paguyuban masyarakat Kalsel asal Jatim sebagai bentuk dukungan. [tok/aje]






