Jember (beritajatim.com) – Gubernur Khofifah menyambangi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (31/7/2025). Dia sempat berdialog dengan beberapa siswa.
Sekolah Rakyat terintegrasi ini dibangun di atas lahan Balai Pendidikan dan Pelatih (BPP), di belakang kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, kawasan Kelurahan Kreongan, Kecamatan Patrang. Di sini, ada dua layanan pendidikan, yakni sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Pembangunan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum sudah selesai 95 persen.
Selain meninjau ruang kelas, asrama, aula, dan ruang makan, Khofifah menyempatkan diri untuk berdialog dengan beberapa siswa dengan didampingi Bupati Muhammad Fawait dan Komandan Distrik Militer -824 Letnan Kolonel Artileri Medan Indra Andriansyah.
“Apa cita-citamu?” tanya Khofifah kepada salah satu anak.
“Jadi pesilat,” sahut si anak tangkas.
“Kamu ikut perguruan silat?” tanya Khofifah lagi.
“Iya, PSHT,” kata si anak.
Saat ada seorang anak yang mengaku ingin jadi tentara, Dandim Indra langsung mendekat. Dia mencopot topinya dan memasangkannya ke kepala sang anak. “Ini jadi doa buat kamu,” katanya.
Namun Khofifah sempat sedikit terenyak ketika seorang anak menjawab biasa bangun jam enam pagi di rumah. “Masa jam enam baru bangun?” katanya.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Jember Artika Sari Dewi buru-buru menjelaskan, bahwa akan ada pembiasaan para siswa bangun pagi dan salat subuh sebelum beraktivitas. Khofifah mengangguk sembari tersenyum.
Khofifah terlihat senang dengan kondisi terakhir SR tersebut. “Insyaallah semuanya sudah siap. Finishing-nya mungkin empat hari lagi tadi, katanya sudah bisa selesai,” katanya kepada wartawan.
Saat ini ada 72 orang calon siswa kelas 1 SD dan kelas 1 SMP yang siap bersekolah di sana. Mereka berasal dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). “Kalaupun naik ya Desil 3. Pol-pol (maksimal) Desil 5. Di atas Desil 5 tidak disediakan di SR,” katanya.
Sebenarnya pembelajaran pertama di Sekolah Rakyat Jember baru akan dimulai pada 15 Agustus 2025. “Tapi kemungkinan akan dipercepat tanggal 5 Agustus. Kita mengikuti saja,” kata Khofifah.
Khofifah menilai SR didesain didesain sangat representatif dan tidak terlalu jauh dari standar internasional. “Jadi memang standarnya ini sangat bagus. Ini kan masih antara, karena nanti akan dibangun yang dengan luasan sembilan hektare,” katanya. [wir]






