Jember (beritajatim.com) – Daya pikat judi online membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa penasaran. Apalagi ada laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa 200 ribu lebih penerima bantuan sosial terlibat judi daring.
“Saya dibantu oleh seorang kawan (untuk mengecek langsung). Itu memang sudah bahasa Indonesia. Dari seribu rupiah, lima ribu rupiah, Rp 10 ribu Masya Allah. Ini kan bisa menggoda gitu,” kata Khofifah, usai acara Sapa Bamsos, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (31/7/2025).
Khofifah meminta kepada para penerima bansos di Jatim untuk tidak berjudi. “Saya mohon nggih, jangan sampai bansos dipakai judi online. Mudah-mudahan semua manfaat barokah,” katanya di hadapan perwakilan penerima bansos yang hadir.
Khofifah juga meminta para pendamping bansos untuk melakukan proses verifikasi terhadap penerima manfaat. Penerima bansos yang terbukti menggunakan uang untuk judol dimintanya untuk dihapus dari daftar penerima.
Menurut Khofifah, edukasi menjadi kunci untuk mencegah penyalahgunaan bansos. “Kawan-kawan pendamping ini kan banyak. Ada TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), ada PKH (Program Keluarga Harapan). Ada pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) Plus,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyatrakat dan Desa Jatim Budi Sarwoto mengatakan, tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan bantuan sosial dan bantuan khusus keuangan di Kabupaten Jember dengan total nilai Rp 5,414 miliar.
Rp 4,126 miliar di antaranya melalui Dinas Sosial yang diberikan kepada 1.246 keluarga penerima Program Keluarga Harapan Plus, masing-masing Rp 2 juta per tahun.
Sebanyak 102 oramg penerima asistensi Sosial Penyandang Disabilitas menerima bantuan masing-masing Rp 3,6 juta per tahun. Sebanyak 238 orang buruh pabrik rokok lintas wilayah menerima bantuan langsung tunai masing-masing Rp 1.325.900. Sebanyak 18 orang menerima manfaat KIP PPKS masing-masing Rp 3 juta.
“Kemudian juga diberikan alat bantuan mobilitas lansia dan penyandang disabilitas sebanyak 33 unit. Selain itu juga diserahkan bantuan operasional dan juga tali asih bagi pilar-pilar sosial PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, serta Taruna Siaga Bencana sebanyak 189 orang,” kata Budi.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan penyambungan listrik gratis kepada 34 kepala keluarga, masing-masing senilai Rp 2,303 juta, atau total Rp 78,302 juta.
“Dan untuk meningkatkan perekonomian desa dan mendorong desa menjadi desa yang mandiri, berketahanan pangan dan energi, juga dialokasikan program pemberdayaan masyarakat desa berupa bantuan keuangan khusus untuk program pemberdayaan BUMDes, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa dengan total nilai Rp 1,210 miliar,” kata Budi. [wir]






