Mojokerto (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan akan menambah lagi 10.000 kuota vaksin Covid-19 bagi industri padat karya di Kabupaten Mojokerto. Apabila vaksinasi telah 100 persen, maka pabrik tersebut dapat diusulkan untuk beroperasi 100 persen dibagi dalam dua shift.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengucapkan terima kasih kepada Gubenur Jawa Timur terkait vaksin yang diberikan kepada industri padat karya sektor esensial di Kabupaten Mojokerto. “Saya mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto khususnya warga Kecamatan Ngoro mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Gubernur atas kehadirannya,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksin”]
Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini juga mengucapkan terima kasih atas hadiahnya vaksin untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto. Dengan vaksin dari buffer 5 persen yang dimiliki Pemprov Jawa Timur tersebut, tenaga kerja khususnya di PT SAI bisa mengikuti vaksinasi Covid-19 dan tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Saya mewakili seluruh warga Kabupaten Mojokerto mengucapkan terima kasih atas tambahan vaksin. Beberapa waktu lalu di Ajinomoto, saya diberikan vaksinasi kedua, barangkali selanjutnya kita diberi vaksinasi ketiga, dan seterusnya. Kami berharap usaha ini dapat mempercepat herd immunity,” katanya.
Gubernur Khofifah memastikan, jika vaksinasi PT SAI telah 100 persen, maka pabrik tersebut dapat diusulkan untuk beroperasi 100 persen dibagi dalam dua shift. “Vaksin ini adalah hadiah karena ini di luar kuota kabupaten tetap dan Pemprov punya buffer 5 persen. Itulah yang dilakukan untuk percepatan di berbagai daerah yang juga menjadi prioritas adalah percepatan di industri padat karya sektor esensial,” jelasnya.
Kategori padat karya dan sektor esensial yang produknya 100 persen diekspor oleh perusahaan, lanjut orang nomor satu di Provinsi Jawa Timur ini, sehingga harus dimaksimalkan dari percepatan vaksinasi. Pasalnya di perusahaan tersebut menjadi sebuah kebutuhan, jika sudah 100 persen maka bisa mengusulkan untuk bisa beroperasi sepenuhnya 100 persen dengan dibagi dua shift.
“Setelah saya meninjau vaksinasi, kita sempat diskusi di ruang rapat bahwa marketnya tidak berkurang tetapi suplainya tidak bisa 100 persen karena PPKM darurat dan PPKM level 4 menjadikan regulasi di dalam ruang office maupun di dalam produksi ini memang harus disesuaikan oleh karena itu seiring dengan vaksinasi yang sudah dilakukan mungkin sudah hampir 80 persen,” urainya.
“Pemprov punya buffer vaksin 5 persen. Itu bisa kita pakai untuk percepatan vaksin, salah satunya di sektor esensial industri padat karya. Saya akan tambahkan lagi 10.000 vaksin untuk Kabupaten Mojokerto. Ini di luar jatah kabupaten. Jadi tidak akan mempengaruhi kuota kabupaten. Sore ini akan langsung saya kirim. Lebih cepat lebih baik,” jelasnya.
Vaksin PT SAI diberikan pada 7.500 orang secara bertahap, selama dua hari yakni tanggal 21 dan 22 Agustus 2021. Terbagi atas 4.000 orang pekerja PT SAI, dan 3.500 pekerja pabrik lain di wilayah NIP. Selain vaksinasi, PT SAI juga memberikan santunan bantuan jaminan kepada empat orang ahli waris almarhum pekerja PT SAI. [tin/suf]







