Mojokerto (Beritajatim.com) – Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut, capaian Vaksinasi Gotong-royong di Jawa Timur masih rendah. Berdasarkan data dashboard Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, hanya 59 ribu warga Jawa Timur yang menggunakan vaksinasi khusus pekerja atau buruh perusahaan .
“Data per Kamis, 2 September 2021 mencatat, dari 10 juta lebih warga Jatim, baru sebanyak 59.000 jiwa yang mengikuti vaksinasi gotong royong dosis pertama. Sementara dosis kedua baru sebesar 37 ribu jiwa,” jelasnya saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Gotong-royong di Mitra Produksi Sigaret (MPS), Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/9/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksinasi”]
Masih kata mantan Menteri Sosial (Mensos) ini, vaksinasi yang berbasis Vaksin Gotong-royong dinilai kurang diminati sehingga realisasinya masih sangat kecil sekali. Untuk itu, pihaknya akan lebih intens berkoordinasi dengan semua pihak agar vaksinasi untuk dunia usaha tersebut dalam pelaksanaannya sesuai dengan yang diharapkan.
“Harapan kita semua perusahaan di wilayah Jatim menggunakan Vaksinasi Gotong-royong. Seperti yang sudah dilaksanakan di PT HM Sampoerna Tbk dan MPS, baik dosis pertama maupun dosis keduanya. Saya hadir ke sini, pertama untuk memberikan apresiasi bahwa HMS dan MPS terus memanfaatkan Vaksinasi Gotong-royong,” katanya.
Gubenur meminta agar perusahaan-perusahaan memaksimalkan percepatan vaksinasi antara lain dengan mengakses Vaksinasi Gotong-royong. Gubenur akan lebih intens turun ke bawah dan menyempatkan diri untuk hadir memantau secara langsung pelaksanaan Vaksinasi Gotong-royong di perusahaan yang ada di Jawa Timur.
“Termasuk salah satunya, vaksinasi untuk ribuan pekerja pabrik rokok di sini. Tentunya, kita berharap bisa memvaksin minimal 70 persen dari jumlah penduduk yang ada,” tegasnya.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengaku bangga dengan komitmen yang ditunjukkan oleh perusahaan MPS Trowulan. Pasalnya, capaian vaksinasi untuk pekerjanya sudah mencapai 100 persen. Bupati berharap, capaian vaksinasi perusahaan MPS Trowulan ini bisa diikuti perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kabupaten Mojokerto.
“Semuanya sudah di vaksin baik dosis pertama maupun dosis kedua. Dan yang lebih membanggakan lagi, hampir 70 persen diantaranya menggunakan Vaksinasi Gotong-royong. Kita terus berupaya membantu percepatan vaksinasi di Jawa Timur. Karena semakin cepat vaksinasinya, maka semakin terkendali dan melandai grafik Covid-19,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Ittihad Rahmat Utama, Bambang Widjanarko menjelaskan, sebanyak 1.200 karyawan PT Ittihad sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua. “Sebanyak 987 diantaranya menggunakan Vaksinasi Gotong-royong. Kita bersyukur, Ibu Gubernur datang untuk memantau pelaksanaan Vaksinasi Gotong-royong bagi pekerja kita,” tegasnya. [tin/kun]







