Gresik (beritajatim.com)- Kontestan liga 3 Gresik United (GU) menjadi tim musafir setelah batal tampil di kandang sendiri. Semula skuad berjuluk laskar ‘Joko Samudro’ itu berharap bisa memanfaatkan kandangnya Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos).
Namun, berdasarkan keputusan manager meeting tuan rumah tidak diperkenankan menggelar pertandingan di kandang sendiri, dan harus netral.
Atas keputusan itu, manajemen Gresik United memilih dua stadion diluar kandangnya. Yakni Lapangan Thor Surabaya, dan Pasiran yang berada di kompleks AL Surabaya. Semua perhelatan liga 3 digelar tanpa penonton.
Dua lapangan stadion itu sudah disetujui oleh operator kompetisi sepak bola Indonesia, ILeague yang menggelar kompetisi liga 3 diikuti 24 tim.
“Jadwalnya sudah turun, kick off dimulai 1 Desember 2025. Gresik United di laga perdana menghadapi Persekabpas Pasuruan,” ujar Manager GU Thoriqi Fajrin, Kamis (20/11/2025).
Kompetisi Liga 3 diikuti 24 tim yang dibagi 4 grup. Terdiri 6 tim, dua tim dan runner up melaju ke babak berikutnya. Sementara peringkat 3 serta 4 bertahan. Sebaliknya peringkat 6 dan 6 terdegradasi
Menghadapi kompetisi kasta ketiga tersebut, Gresik United jauh-jauh hari sudah mempersiapkan tim secara matang. Berbagai uji coba juga dilaksanakan supaya chemistry antar pemain semakin kompak.
“Jika tidak kendala kami menggelar tasyakuran bersama pemain sekaligus launching tim,” ungkap Kaji Ricki sapaan akrabnya.
Gresik United tergabung di grup D bersama lima tim lainnya. Diantaranya Persiba Bantul, Perseden Denpasar, Perersebata Lembata, Waanal Brothers, dan Persekabpas Pasuruan. [dny/suf]






