Gresik (beritajatim.com) – Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia (GPPI) sukses mempecundangi Jakarta Electric PLN dengan skor telak 3-0 (25-19, 25-19, 25-18) dalam lanjutan putaran kedua Proliga 2026.
Pertandingan yang berlangsung di GOR Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, pada Jumat (20/2/2026) ini menjadi bukti ketangguhan tim asal Kota Pudak meski mereka telah dipastikan mengantongi tiket final four.
Bermain penuh determinasi sejak awal laga, Gresik Petrokimia tampil agresif melalui kombinasi umpan cepat dan variasi serangan yang mematikan. Smash keras yang dilancarkan para pemain GPPI berulang kali menembus pertahanan Jakarta Electric PLN, sementara blok solid di depan net membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan sepanjang tiga set pertandingan.
Dominasi skuat asuhan Alessandro Lodi mulai terlihat sejak set pertama yang ditutup dengan skor 25-19. Keunggulan ini memberikan suntikan mental signifikan bagi Mediyoku dan kawan-kawan, sekaligus memaksa Jakarta Electric PLN bermain di bawah tekanan tinggi sejak peluit awal dibunyikan.
Memasuki set kedua, Jakarta Electric PLN mencoba bangkit dengan memperkuat aspek receive dan mempercepat tempo permainan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, disiplin blok dan konsistensi pertahanan Gresik Petrokimia menjadi pembeda yang membuat reli panjang kerap dimenangkan oleh tim GPPI hingga set kedua kembali berakhir dengan angka 25-19.
Set ketiga menjadi klimaks dari dominasi Laskar Kota Pudak di hadapan publik Sentul. Meskipun Jakarta Electric PLN mendapatkan dukungan penuh dari suporter setianya, semangat para pemain Gresik Petrokimia justru semakin membara. Smash tajam yang menghujam area pertahanan lawan memastikan set ketiga berakhir 25-18, sekaligus mengunci kemenangan straight set tanpa kompromi.
Kemenangan ini menjadi sinyal tegas bahwa Gresik Petrokimia siap bersaing ketat dalam perburuan gelar juara Proliga 2026 dengan kedalaman skuat yang merata. Performa solid di semua lini menunjukkan kesiapan strategi tim dalam menghadapi laga-laga krusial yang akan datang di babak selanjutnya.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Jakarta Electric PLN yang masih berjuang untuk lolos ke babak final four. Anak asuh Chamnan Dokmai tersebut kini wajib memenangi pertandingan krusial melawan Jakarta Livin Mandiri jika ingin menjaga asa tetap bersaing di papan atas kompetisi voli kasta tertinggi di Indonesia ini. [dny/ian]






