Gresik (beritajatim.com) – Kabupaten Gresik mendadak menjadi sorotan nasional setelah proyek hilirisasi raksasa tembaga dan emas resmi dimulai di KEK JIIPE. Proyek strategis ini digarap oleh MIND ID sebagai bagian dari langkah besar Indonesia keluar dari jebakan ekspor bahan mentah menuju kekuatan industri bernilai tinggi.
Groundbreaking yang dilakukan menandai dimulainya integrasi besar antara sektor pertambangan, manufaktur, hingga industri pertahanan. Konsentrat tembaga milik PT Freeport Indonesia akan diolah penuh di dalam negeri, menghasilkan katoda tembaga berkualitas tinggi yang kemudian diproses lebih lanjut menjadi komponen strategis.
Tak berhenti di situ, hasil olahan tersebut akan dimanfaatkan oleh PT Pindad untuk memproduksi brass mill dan brass cup, material vital dalam pembuatan alutsista. Kapasitas produksinya pun tak main-main, mencapai 10.000 ton per tahun, menjadikan Indonesia semakin mandiri dalam rantai pasok industri pertahanan.
Sementara itu, harta karun tersembunyi dari proses pemurnian berupa lumpur anoda akan diolah oleh PT Antam menjadi emas batangan. Pabrik emas ini diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 30 ton per tahun atau setara jutaan kemasan emas siap edar, memperkuat posisi Indonesia di pasar logam mulia global.
Direktur Strategi Hilirisasi MIND ID, Tedy Badrujaman, menegaskan proyek ini bukan sekadar pembangunan industri biasa, melainkan lompatan besar menuju kedaulatan ekonomi nasional.
Menurutnya, Indonesia kini memasuki babak baru, tidak lagi menjual bahan mentah, tetapi menguasai proses hingga produk akhir. “Ini bukan hanya soal produksi, tapi soal masa depan bangsa. Kita sedang membangun fondasi industri dari hulu ke hilir,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Dukungan penuh juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang menilai Gresik akan menjelma menjadi episentrum industri logam dan mineral di Indonesia. Ia menekankan bahwa keberadaan smelter dan industri turunan akan menarik investasi lanjutan dan membuka peluang ekonomi besar di Jawa Timur.
“Proyek ini merupakan bagian dari 13 megaproyek hilirisasi fase kedua program Danantara Indonesia yang diresmikan secara serentak oleh Prabowo Subianto secara virtual,” ungkapnya.
Dengan dimulainya proyek ini, Indonesia mengirim pesan kuat ke dunia. Era ekspor bahan mentah telah usai. Kini, negeri ini siap menjadi pemain utama dalam industri global dari tambang hingga produk strategis bernilai tinggi. [dny/kun]






