Gresik (beritajatim.com)- Sebanyak 75 kodi atau 1.500 buah songkok senilai Rp75 juta asal Kabupaten Gresik diekspor ke Brunei Darussalam. Songkok yang diproduksi PT Angsa Emas Group itu diharapkan menjadi stimulus bagi perajin songkok lainnya untuk membuka jaringan pasar luar negeri.
Selama ini songkok asal Gresik sudah dikenal luas oleh masyarakat. Produk yang banyak ditemui di sentra UMKM itu, memberikan bisnis yang besar bagi perajin songkok.
“Komoditas seperti songkok, kopyah, atau peci adalah produk turun-temurun yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Gresik. Produk ini juga diminati di negara lain seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Turki, Yordania, Arab Saudi, dan Thailand,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sabtu (29/6/2024).
Bupati milenial itu juga mendorong pelaku usaha, dan masyarakat Gresik untuk terus meningkatkan kualitas produknya. Baik dari segi brand maupun jaringan kerja sama.
“Ekspor ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi semua pihak, termasuk pelaku usaha di Gresik, untuk terus meningkatkan produksi dan mengembangkan strategi pemasaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dekranasda Gresik, Nurul Haromaini menuturkan, ekspor merupakan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan potensi usahanya. Tujuannya menciptakan lapangan kerja lebih banyak di Kabupaten Gresik.
“Perajin songkok di Kemuteran Gresik adalah contoh nyata potensi yang dapat terus dikembangkan, baik dari sisi kuantitas maupun pasar,” tuturnya.
Direktur CV Angsa Emas Group, Nur Maulidah Sakinah mengapresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan ekspor ini. “Terima kasih atas dukungan dalam kegiatan ekspor ini. Semoga dapat terus berlanjut di masa mendatang,” pungkasnya. [dny/suf]






