Gresik (beritajatim.com) – Kabupaten Gresik dilanda banjir akibat meluapnya Kali Lamong dan tanggul jebol. Para santri turun tangan membantu warga terdampak.
Banjir masih merendam sejumlah kawasan, seperti di Kecamatan Cerme, Benjeng, Menganti, hingga Driyorejo. Aktivitas warga pun terganggu lantaran ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir. Santri dari pondok pesantren (Ponpes Sunanul Muhtadin) Gresik melakukan bakti sosial.
Para santri diterjunkan ke titik-titik banjir, di antaranya di Desa Tambakberas dan Desa Jono Kecamatan Cerme. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pembelajaran secara langsung terkait empati dan kepedulian sosial.
Para santri asal Sidayu tersebut terjun langsung di tengah warga.
Baca Juga: BPBD Gresik: Berita Tanggul Jebol Hanyutkan Puluhan Mobil, Hoaks!
Perwakilan Lembaga Sunanul Muhtadin Care Gresik, Dhanang menuturkan, santri yang diterjunkan kali ini tidak hanya belajar di dalam kelas. Tapi juga pembelajaran kontekstual dengan cara mendekatkan mereka pada problem masyarakat.
“Pendirian pesantren ini juga ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pendidikan yang berlandaskan ilmu agama, Al-Quran, As Sunnah, serta ilmu pengetahuan modern,” tuturnya, Senin (27/2/2023).
Melalui aksi sosial ini lanjut dia, para santri diharapkan memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian terhadap sesama serta terus menebarkan kebaikan di masa mendatang.
Baca Juga: Ini Penyebab Banjir di Morowudi Gresik Belum Surut
“Sesuai dengan motto kami berbagi, berbakti, dan mengabdi” ucap Dhanang yang juga pemuda pelopor Jatim 2021 tersebut.
Hadirnya santri ini, diapresiasi oleh pemerintah desa (Pemdes) Tambak Beras dan Jono. Pasalnya, jarang-jarang ada pesantren bersama santrinya melakukan kegiatan sosial.
“Biasanya rata-rata yang membantu warga terdampak banjir dari organisasi kemasyarakatan, atau komunitas,” ujar Kepala Dusun (Kasun) Tambak Beras Gatot Sudarwanto. [dny/beq]






