Surabaya (beritajatim.com) – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, cabang olahraga golf akan dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025 yang digelar mulai 25 Juli 2025 di Araya, Kota Malang. Keikutsertaan para pegolf ini bukan sekadar memperebutkan medali, tetapi juga menjadi tahap awal seleksi menuju PON XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Golf Indonesia (PGI) Jawa Timur, M. Rizal, menyampaikan bahwa Porprov IX menjadi bagian dari persiapan jangka panjang pembinaan atlet golf Jawa Timur.
“Porprov ini bukan hanya perebutan medali, tapi bagian dari persiapan jangka panjang ke Pekan Olahraga Nasional (PON). Tidak hanya peraih emas, peraih perak dan perunggu juga akan masuk pemantauan Puslatda,” tegasnya dalam konferensi pers di Kantor PGI Jatim, Surabaya, Jumat (20/6/2025).
Sebanyak 52 pegolf putra dan putri dari 10 Pengurus Kota/Kabupaten akan bertanding di Porprov edisi kali ini. Kota dan kabupaten yang turut ambil bagian meliputi Kota Kediri, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Malang, Sidoarjo, Gresik, Kota Madiun, Jember, dan Surabaya. Sementara Kabupaten Blitar dan Tuban tercatat sebagai dua daerah yang belum mengirimkan atlet.
Technical Delegate cabor golf, Totok Dwi Hariono, menjelaskan bahwa potensi pegolf berbakat tersebar merata di berbagai daerah, bukan hanya terpusat di kota besar.
“Sebenarnya atlet golf yang menonjol itu bukan hanya dari Surabaya. Dari daerah seperti Malang, Kediri, Pasuruan mereka juga berpotensi bersaing bahkan kita prediksi bisa menyumbang atlet untuk PON mendatang,” ujarnya.
Tujuh nomor pertandingan akan digelar dalam Porprov IX/2025, yaitu individual putra, individual putri, beregu putra, beregu putri, foursome putra, foursome putri, dan mix foursome. Seluruh nomor akan mengacu pada regulasi resmi PON, baik dari format pertandingan hingga sistem penilaian.
Selain menjadi ajang seleksi awal menuju PON, atlet-atlet yang bertanding juga akan dipantau langsung oleh PGI Jatim untuk pengembangan lebih lanjut. Mereka yang menonjol akan dibina dalam agenda kejuaraan tingkat daerah (Kejurda) maupun nasional (Kejurnas).
“Kami harap Porprov ini bisa melahirkan golfer-golfer potensial dari berbagai daerah,” tutup M. Rizal. [way/beq]






