Gresik (beritajatim.com) – Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, yang masuk bangunan cagar budaya, bakal dipasang layar berukuran besar. Pemasangan itu dimaksudkan agar tempat tersebut semakin ramai untuk berkreasi.
Nantinya layar tersebut ditempatkan di ujung sebelah barat dari ruangan utama. Di sekelilingnya terdapat podium pendukung layar tersebut.
“Layar itu nanti bisa dibuat apa saja, bisa buat pentas seni hingga nonton film karya anak Gresik,” kata Kepala Dinas Pemukiman dan Kawasan Perumahan (DPKP) Gresik Ida Lailatus Sa’diyah, Kamis (18/08/2022).
Layar itu berukuran 5. 75 x 3.70 meter dan dipasang secara permanen. Namun saat ini DPKP masih menunggu anggaran dalam perubahan APBD 2022 (PAPBD).
“Kami sudah bertemu dengan rekanan yang akan memasang, mereka sudah mempresentasikan. Tapi kami menggunakan anggaran di P-APBD,” ujar Ida.
Saat ini gedung di Jalan Pahlawan itu sudah berbeda. Dari yang semula tidak terurus, kini mulai terlihat terawat kembali. Meski bangunannya tidak banyak berubah karena masuk dalam cagar budaya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-gresik”]
Tahun lalu, Pemkab Gresik telah mengucurkan anggaran untuk pemugaran GNI. Tujuammga gedung yang berada di tengah kota itu bisa kembali dimanfaatkan. Tahun 2021 lalu, anggaran disediakan Rp 2,3 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki gedung sesuai dengan bahan dan bentuk aslinya.
Pada tahun 2022 ini, GNI kembali dianggarkan dalam APBD sebesar Rp 3,8 miliar. Anggaran itu digunakan untuk landscape dan finishing bangunan.
“Anggaran tersebut, difokuskan pada penataan taman, hisan-hiasan atau ornamen, dan penunjang gedung lainnya. Selanjutnya, ke tahap finishing terhadap pekerjaan gedung di tahun sebelumnya juga dikerjakan,” pungkas Ida. [dny/but]






