Malang (beritajatim.com) – General Manager (GM) Kompetisi dan Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Takeyuki Oya, menegaskan bahwa perencanaan jangka panjang dan matang menjadi kunci utama jika Timnas Indonesia ingin menembus ajang bergengsi Piala Dunia FIFA. Pria asal Jepang ini mencontohkan bagaimana negaranya, Jepang, membutuhkan puluhan tahun untuk mencapai level tersebut.
“Untuk mengembangkan sepak bola di Indonesia setara dengan Jepang itu memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan jika targetnya besar, itu juga butuh waktu yang lama dengan perencanaan yang matang,” ujar Oya dalam acara BRI Goes to Campus di Universitas Negeri Malang, Jumat (10/10/2025).
Oya menuturkan, Jepang membangun pondasi kuat sejak mendirikan J1 League pada tahun 1992. Melalui konsistensi dan riset berkelanjutan, Jepang akhirnya lolos ke Piala Dunia 1998 di Prancis, menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan pada 2002, dan kini menjadi langganan tampil di ajang empat tahunan tersebut.
“Contohnya di Jepang, pada 2002 kami memasang target agar bisa terus lolos ke Piala Dunia. Itu butuh puluhan tahun untuk tercapai. Di Indonesia juga harus ada perencanaan matang, terutama melibatkan generasi muda dengan berbagai ilmu pengetahuan,” jelas Oya.
Saat ini, Timnas Jepang telah menjadi negara Asia pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Bahrain 2-0 pada 20 Maret 2025. Sementara Timnas Indonesia masih berjuang di babak keempat kualifikasi, setelah kalah 2–3 dari Arab Saudi, dan akan menghadapi Irak pada laga lanjutan Grup B, Sabtu (11/10/2025) atau Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.
Selain membahas strategi jangka panjang, Oya juga menyoroti regulasi pemain asing dalam Liga Super Indonesia. Menurutnya, kebijakan memperbolehkan tujuh pemain asing bermain bersamaan memiliki sisi positif dan negatif.
“Untuk pemain asing, satu klub dengan tujuh pemain itu memang terlalu banyak. Tapi mereka juga dibutuhkan untuk penyetaraan kualitas kompetisi. Di banyak liga dunia, tidak ada batasan pemain lokal yang wajib bermain,” ujar Oya.
Meski begitu, Oya yang telah berpengalaman 16 tahun di Liga Jepang memiliki visi untuk memperkuat pemain lokal Indonesia. Ia berencana mengembangkan kompetisi khusus bagi pemain lokal agar kemampuan mereka berkembang secara berkelanjutan.
“Untuk pemain lokal, saya punya visi agar diberikan kompetisi tersendiri supaya kemampuan mereka turut berkembang,” tambahnya. [luc/beq]






