Yogyakarta (beritajatim.com) – Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, Putri Keempat Keraton Ngayogyakarta, memiliki target tinggi untuk mengubah Karang Taruna menjadi sebuah organisasi elite dengan tingkat prestasi yang diakui tidak hanya secara nasional, tetapi juga internasional. Dalam upayanya untuk mencapai tujuan ini, GKR Hayu berfokus pada kualitas program dan eksekusi yang baik dan bertanggung jawab.
“Program dan eksekusi harus bagus dan bisa dipertanggungjawabkan dan berkesinambungan supaya yang mendanai (CSR) cocok,” ujar Ketua Karang Taruna DIY, GKR Hayu usai Pembukaan Boot Camp Social Innovation Karang Taruna DIY di Kampus Fisipol UGM, Selasa (3/10/2023).
GKR Hayu mengharapkan bahwa anggota Karang Taruna dapat menjadi individu yang berkualitas dan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Visinya adalah melihat anggota Karang Taruna yang terlibat dalam berbagai posisi seperti kepala desa, dukuh, bahkan calon legislatif (Caleg), dan yakin bahwa mereka adalah SDM yang berkualitas dan memiliki program yang baik untuk masyarakat dan lingkungan.
Menurutnya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki bonus demografi yang unik, dengan sekitar 70 persen penduduknya berusia produktif. Ini menjadi peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan daerah tersebut.
Wakil Dekan Bidang Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni Fisipol UGM, Fina Itriyati PhD menambahkan, pemuda merupakan SDM yang sangat potensial. Usia anggota Karangtaruna idealnya mulai 13 tahun hingga 45 tahun. Usia demikian merupakan usia yang produktif.
“Harusnya dengan bonus demografi ini DIY pada khususnya dan Indonesia pada umumnya harus benar benar powerfull memanfaatkan peluang positif,” jelas Fina.

Isu kewirausahaan bagi Karang Taruna imbuhnya dirasa sangat pas untuk masa depan utamanya di tahun 2030 hingga 2045 mendatang. Agenda besar Jarang Taruna adalah mengurangi kemiskinan dengan kewirausahaan dan mempersiapkan garda terdepan SDM berkualitas.
Ketua Panitia Pekan Inovasi Sosial Festival Karang Taruna DIY, Reza Murtaza menambahkan pada 14-15 Oktober 2023 mendatang, Karang Taruna DIY akan menyelenggarakan puncak Pekan Inovasi Sosial dalam rangka Festival Karang Taruna. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Bulan Bhakti Karang Taruna untuk memperingati Hari Lahir yang ke-63.
Pekan Inovasi Sosial ini akan menjadi ruang temu, ruang belajar, sekaligus ruang untuk membangun kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan untuk menumbuhkan ekosistem inovasi sosial yang kreatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Reza Murtaza, menyampaikan ada tiga pilar penting yang menjadi penopang sebuah inovasi sosial, yaitu Kewirausahaan, Pelestarian Budaya, dan Pemanfaatan Teknologi Digital.
Inovasi sosial sengaja menjadi concern karena Karang Taruna DIY percaya pada proses pengembangan inovasi, aspek dampak sosial bagi masyarakat menjadi poin yang sangat penting.
Pemuda dan berbagai kalangan sebenarnya dapat terlibat dalam upaya menciptakan peluang perubahan, kesejahteraan, dan kemandirian melalui upaya-upaya organik yang lahir dari masyarakat, sehingga tidak sekedar “menunggu” program yang bersifat top down.
Selama ini mungkin sudah ada banyak gagasan kreatif yang lahir dari masyarakat di skala mikro, namun belum banyak memeroleh kesempatan untuk ditunjukkan dan dikembangkan sebagai role model bagi kawasan lain. Oleh sebab itu Karang Taruna DIY ingin menggali praktik baik berbagai inovasi sosial yang telah lahir di masyarakat agar dapat saling berkolaborasi dengan inovator lain serta berpeluang untuk mengembangkan aktivitasnya melalui dukungan sektor-sektor potensial.
BACA JUGA:
Yogyakarta Cuaca Panas Ekstrem, Awas Gelombang Tinggi
Sebagai pilot project, pada tahun ini Karang Taruna memberikan kesempatan bagi para inovator yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota di DIY untuk terlibat dan mengikuti berbagai tahap seleksi.
Poin utama dalam inovasi sosial ini melihat pada ide/gagasan kreatif, bentuk pilar inovasi, dampak sosial, dan inovasi. Dari 100 lebih aplikasi yang mendaftar pada seleksi tahap pertama, dipilih 50 inovasi terbaik yang berhak mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari katalog inovasi sebagai database dan pintu kolaborasi. Dari sekian ini masih akan disaring 20 selanjutnya untuk memaparkan hasil karya program mereka. [aje/but]






