Yogyakarta (beritajatim.com) – Dalam persiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Pemerintah Kabupaten Sleman telah melaksanakan serangkaian tindakan antisipatif guna mencegah serta mengurai potensi konflik yang mungkin timbul di lingkungan sekitar. Dalam rangka ini, pemerintah kelurahan memberikan imbauan penting kepada warganya untuk memaksimalkan peran “Jaga Warga” dalam meredam potensi konflik tersebut.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, dalam pernyataannya pada hari Rabu (23/8), menjelaskan bahwa konsep “Jaga Warga” dipilih karena sangat relevan dengan situasi di tengah masyarakat menjelang Pemilu 2024, yang cenderung rentan terhadap gesekan antar warga.
“Peran ‘Jaga Warga’ ini memiliki keunggulan yang signifikan dalam meredam dan mengatasi potensi konflik di masyarakat. Jika dilakukan dengan optimal, ‘Jaga Warga’ memiliki peran strategis karena anggotanya merupakan bagian dari masyarakat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat dan pranata sosial,” ungkap Danang.
Danang menilai bahwa pendekatan yang dilakukan oleh jaga warga menjadi lebih relevan karena mereka berasal dari lingkungan masyarakat itu sendiri. Ini memberikan kelebihan dalam memahami secara mendalam permasalahan yang ada di tingkat masyarakat.
“Yang menarik, pendekatan dalam penyelesaian masalah oleh jaga warga ini lebih sesuai karena berasal dari masyarakat itu sendiri, sehingga memiliki keunggulan dalam mengurai permasalahan di lingkungan masyarakat,” tambahnya.
Danang juga melanjutkan bahwa saat ini telah terbentuk sekitar 700 jaga warga di berbagai tingkat padukuhan di Kabupaten Sleman. Ia juga mengungkapkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terkait peran penting yang dimainkan oleh jaga warga. Danang berharap bahwa peran jaga warga tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan, ketentraman, dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mempromosikan dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
Kasatpol PP DIY, Noviar Rahmad, juga turut memberikan pandangannya terkait peran jaga warga di Kabupaten Sleman. Ia menyatakan bahwa dampak positif dari keberadaan jaga warga sudah terasa, terutama terlihat selama penanganan pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.
“Peran jaga warga selama penanganan pandemi Covid-19 telah memberikan dampak positif yang signifikan. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan kesiapan jaga warga dalam menangani situasi darurat dan krisis,” ungkap Noviar.
BACA JUGA:
Yogyakarta Darurat Sampah, Petugas Pantai Dobel Job Jadi Pemilah
Dalam upaya untuk memaksimalkan peran jaga warga di tingkat padukuhan, pihak keamanan di DIY tengah berfokus pada tahun ini untuk membentuk jaga warga di seluruh padukuhan di Kabupaten Sleman. Pemerintah DIY juga telah memberikan dukungan berupa 10 unit Handy Talky (HT) kepada masing-masing kelompok jaga warga. Dukungan ini diharapkan akan meningkatkan kinerja dan mempermudah komunikasi dalam situasi tertentu.
Dengan mengambil langkah preventif melalui peran jaga warga dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman bertekad untuk menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan stabil menjelang Pemilu 2024 dan di masa-masa mendatang. [aje/but]






