Sidoarjo (beritajatim.com) – Relawan Gibran Lovers Jawa Timur yang dikenal sebagai pendukung Prabowo Gibran dalam Pilpres lalu, kini dalam Pilbup Sidoarjo 2024 memberikan dukungan ke Fandi Utomo maju menjadi Calon Bupati Sidoarjo.
Bermodal kemenangan Pilpres 2024, Gibran Lovers terus bergerilya bersosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat Sidoarjo demi untuk hasil yang sama bagi Fandi Utomo.
Koordinator Gibran Lovers Jawa Timur, Leonardo Damar menjelaskan, dalam menghadapi tantangan bonus demografi butuh sosok yang mengerti tentang kebutuhan generasi millenial.
Angka pengangguran terbuka sesuai data BPS tahun 2023 mencapai 8,05 persen dan tertinggi di Jawa Timur merupakan persoalan sangat serius.
“Kabupaten Sidoarjo sering mengadakan job fair dalam lapangan pekerjaan, tapi apa hasilnya? Ternyata hanya kisaran 40 sampai 50 orang pelamar saja yang diterima, dari ribuan yang datang memasukkan lamaran. Ini sangat miris, Pak Fandi dalam diskusi dengan kami, ada solusi untuk mengatasi hal itu,” ucapnya usai deklarasi dukungan ke Fandi Utomo di Waru Sidoarjo, Minggu (18/8/2024).
Kata Leo, generasi muda di Sidoarjo membutuhkan sosok Bupati yang mampu menjawab kebuntuhan persoalan penyediaan lapangan kerja di era terkini. Sidoarjo, dengan jumlah 2 ribu lebih pabrik yang beroperasi dan tersebar, tentu harus berdampak pada menurunnya angka pengangguran.
“Kata Beliau (Fandi Utomo red,) Sidoarjo yang sebenarnya bukan persoalan siapa bupatinya, tapi yang patut dipertanyakan, apa mereka serius menggarap Sidoarjo sebagai kota penyangga Surabaya. Akhirnya, dari ketidakseriusan itu berdampak pada banyak program yang tidak tepat sasaran.” tegas koordinator relawan di bawah komando Kirana Larasati tersebut.
Leonardo menambahkan, Relawan Gibran Lovers menitipkan program ke Fandi Utomo jika sudah mengantongi rekomendasi dari partai politik untuk maju di Pilbup Sidoarjo. Hal yang paling pokok yakni mengenai sertifikasi bagi pemuda Sidoarjo. Program ini sangat mendukung SDM yang nantinya akan diambil di dunia industri.
“Tidak apa para pemuda lulusan SMA, tapi bisa mempunyai skill dan mendapatkan pekerjaan di dunia industri sesuai kemampuan mereka. Jadi, mereka mendapatkan pelatihan oleh Pemkab Sidoarjo,” papar Leo.
Ia mencontohkan, Surabaya kala itu bisa melakukan terobosan dengan membersihkan kali Surabaya dengan sistem kerja bakti massal. Kenapa Sidoarjo tidak melakukan terobosan? Kembali lagi, papar Relawan Gibran Lovers, semua bergantung bagaimana kepala daerah atau bupati mempunyai kematangan dan keseriusan dalam memimpin Kota Bandeng ini. (isa/but)







