Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menunjukkan respons cepat atas kebijakan nasional terkait pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP). Hasilnya, bantuan keuangan senilai Rp2 miliar dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berhasil digelontorkan ke Bumi Reog sebagai bentuk apresiasi.
“Kita menduduki peringkat kedua tercepat se-Jawa Timur setelah Nganjuk. Maka kita mendapat penghargaan dari Bu Gubernur sebesar Rp2 miliar,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, Senin (21/7/2025).
Pembentukan koperasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, yang secara nasional meluncurkan program KMP serentak. Di Ponorogo, sebanyak 307 desa dan kelurahan telah menyelesaikan pembentukan kepengurusan KMP secara tuntas, lengkap dengan legalitas badan hukumnya.
Agus menegaskan keberhasilan itu tak lepas dari dukungan penuh Bupati Sugiri Sancoko, yang telah mengalokasikan anggaran untuk proses pembentukan KMP melalui APBD.
“Pak Bupati merespons pembentukan badan hukum dan lain sebagainya untuk Kopdes Merah Putih, semuanya sudah dianggarkan dalam APBD kita,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai. Setelah struktur organisasi terbentuk, tantangan selanjutnya adalah memastikan keberlanjutan koperasi, termasuk dalam pemilihan bidang usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Harapannya segera bisa bekerja, koperasi merah putih jangan berbenturan dengan Bumdes. Harus betul-betul dirumuskan yang penting. Bagaimana koperasi merah putih ini bermanfaat untuk mensejahterakan masyarakat kita,” pungkasnya. [end/beq]






