Jember (beritajatim.com) – Gerbong mutasi kembali bergerak di tubuh Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 132 pejabat struktural dilantik, 20 orang di antaranya berposisi camat, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (20/8/2021). Sebanyak 77 orang pejabat administrator dan 55 orang pejabat pengawas.
Ini pelantikan pejabat definitif kedua, setelah pada Jumat (16/7/2021), sebanyak 675 orang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember dilantik menjadi pejabat definitif struktural dan fungsional eselon II, III dan IV.
Dengan demikian total sudah 807 orang pejabat definitif dilantik. “Masih ada 168 orang yang akan kami lantik setelah ini. Jadi memang pada 2021, sebelumnya pejabat di Jember (sesuai Kedudukan Struktur Organisasi dan tata Kerja 2016) ada 496 orang. Jadi kita ada dua kali lipat. Kenapa naik jadi 975 jabatan, karena banyak jabatan kosong. Sekarang sudah terisi semua,” kata Bupati Hendy Siswanto.
Pelantikan pejabat definitif ini, menurut Hendy, agar pemkab lebih bagus dalam melayani masyarakat. “Sistem yang kami bangun di samping persyaratan sudah mencukup untuk naik, (pejabat) yang di bawahnya kami beri kesempatan untuk naik,” katanya.
Para camat yang sudah definitif diminta untuk mengawal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis hulu rukun tetangga dan rukun warga. “Sekarang sudah berjalan terus, dan justru itu yang efektif. Tingkat kesembuhan (pasien Covid) kita luar biasa. Ada 500 orang sembuh. Saya kaget juga. Yang meninggal juga sedikit,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bupati-jember-hendy”]
Hendy mengingatkan, saat ini banyak persoalan yang harus diselesaikan. “Pertama, masalah Covid-19. Tentunya ini tugas kita bersama. Camat, dokter, dan perawat punya tugas berat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan dibantu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain. Saat ini kita di level 3, ini harus kita tekan kembali agar turun di level 2,” katanya.
“Kita harus terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengikuti yang pemerintah perintahkan. Kedua, vaksinasi kita kurang banyak. Tentunya menjadi tugas kita semua, agar masyarakat mau divaksinasi, karena masih ada saudara-saudara kita yang belum mau divaksin. Ketiga, warga isoman (isolasi mandiri) yang baru terpapar Covid, kita masukkan ke isoter (isolasi terpusat). Kita punya dua tempat dan di kecamatan-kecamatan ada isoter,” kata Hendy. [wir/suf]






