Bangkalan (beritajatim.com) – Gerak jalan umum di Bangkalan dalam rangka memperingati HUT ke-78, diwarnai kericuhan. Salah satu peserta mendadak keluar barisan dan melakukan pemukulan terhadap penonton yang berada di jalan raya Jokotole, Kelurahan Keraton.
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa pemukulan terjadi saat peserta sudah hampir tiba di garis finish. Diduga, peserta yang sudah kelelahan itu geram dengan umpatan penonton. “Iya benar ada perselisihan antara peserta gerak jalan dengan penonton,” terangnya, Kamis (10/8/2023).
Ia menjelaskan, kejadian itu bermula saat peserta gerak jalan merasa terganggu karena para penonton terlalu dekat dengan peserta. Bahkan mempersempit jalan raya sebagai lintasan lomba.
“Awalnya ada regu gerak jalan akan melintas tapi terganggu. Karena jalan raya sebagai lintasan menyempit akibat jarak penonton terlalu dekat. Tim leader dari peserta kemudian menegur penonton agar timnya diberi jalan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Jelang Pilkades Tahap 3, Pembentukan P2KD di Bangkalan Ricuh
Tersingung karena ditegur, kemudian salah satu penonton diduga mengeluarkan umpatan terhadap peserta gerak jalan yang melintas itu. “Salah satu peserta mendengar umpatan itu dan terjadilah perselisihan,” kata Bangkit.
Perselisihan itu berbuntut adanya laporan korban ke Polres Bangkalan. Sehingga dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi. “Ada 15 orang saksi yang kita mintai keterangan. Korban juga sudah menjalani visum,” tandasnya. [sar/suf]






