Madiun (beritajatim.com) – Upaya percepatan pemenuhan gizi bagi masyarakat terus digenjot Pemerintah Kabupaten Madiun. Terbaru, Bupati Madiun Hari Wuryanto meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 Polres Madiun di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Jumat (13/2/2026).
Peresmian tersebut menambah daftar SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Madiun menjadi 38 unit dari total target 43 unit. Lima unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan segera menyusul. “Total ada 43 yang direncanakan. Sekarang sudah 38 berjalan, sisanya segera kita tuntaskan,” kata Bupati.
Khusus SPPG 3 Polres Madiun, sebanyak 1.885 penerima manfaat akan dilayani. Secara keseluruhan, program ini menargetkan 122 ribu penerima manfaat di Kabupaten Madiun. Hingga kini sekitar 109 ribu orang telah terjangkau, sementara kurang lebih 13 ribu lainnya akan dipenuhi melalui SPPG yang segera rampung pembangunannya.
Menurut Bupati, percepatan operasional SPPG menjadi prioritas agar target terpenuhi tepat waktu. Begitu pembangunan selesai, unit akan langsung diaktifkan untuk memperluas jangkauan layanan.
Ia juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar disiplin menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Mengingat sasaran program mencakup siswa dari jenjang PAUD hingga SMK, serta ibu hamil dan ibu menyusui, ketepatan distribusi dan porsi menjadi hal krusial.
“Setiap kelompok punya kebutuhan berbeda. Maka SOP harus benar-benar dijalankan supaya tidak ada kesalahan distribusi,” tegasnya.
Di sisi lain, Bupati memastikan ketersediaan bahan baku relatif aman untuk komoditas beras dan buah karena Kabupaten Madiun mengalami surplus. Namun untuk telur, ayam, dan sebagian sayuran, masih diperlukan suplai dari luar daerah.
Pemkab Madiun pun menggandeng Kabupaten Magetan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan fluktuasi harga.
Kolaborasi antar daerah tersebut diharapkan mampu mendukung keberlanjutan program pemenuhan gizi, sekaligus memastikan seluruh sasaran menerima asupan yang layak demi mencetak generasi yang lebih sehat dan berkualitas. [rbr/suf]






