Blitar (beritajatim.com) – Belakangan viral curhatan seorang orang tua di Kota Blitar yang mengaku anaknya menjadi korban kekerasan sesama jenis (sodomi) oleh kakak tingkatnya di sebuah pondok pesantren. Bahkan korban yang ketakutan akibat perilaku menyimpang tersebut akhirnya kabur dari pondok pesantren tempatnya menimba ilmu.
Pihak orang tua korban tidak terima akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Blitar Kota. Saat ini laporan soal pencabulan sesama jenis itu sudah diterima oleh Polres Blitar Kota.
“Benar, kami sudah menerima laporan terkait dugaan pencabulan ini. Saat ini, kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kasubdi PIDM Sihumas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar, Jumat (14/03/2025).
Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar pun membenarkan soal adanya dugaan pencabulan di sebuah pondok pesantren. Namun pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail kronologi kasus tersebut.
Kemenag Kota Blitar pun kini telah bergerak untuk melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Komunikasi dan koordinasi pun kini tengah dilakukan Kemenag Kota Blitar dengan pihak pondok pesantren untuk menggali peristiwa tersebut.
“Kami masih dalam tahap penyelidikan dan koordinasi dengan pihak pesantren. Untuk detail korban maupun kronologi kejadian, kami belum bisa menyampaikan lebih jauh,” ungkapnya Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Kemenag Kota Blitar, Muhammad Baidowi, Jumat
Meski demikian, Kemenag Kota Blitar tidak mau membenarkan apakah kasus itu sodomi atau bukan. Kemenag Kota Blitar pun meminta agar semua pihak tidak berasumsi terkait kasus tersebut.
“Kami harap masyarakat tidak berasumsi sendiri terkait kejadian ini, karena masih dalam penyelidikan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan fakta-fakta yang ada,” tegasnya. [owi/beq]






