Ponorogo (beritajatim.com) – Gempa bumi yang mengguncang pesisir Pacitan, Jawa Timur, Jumat dini hari (6/2/2026), tak hanya terasa di wilayah episentrum. Getarannya merambat kuat hingga ke sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Ponorogo, dan menyebabkan kerusakan pada rumah warga.
Salah satu rumah yang terdampak cukup parah adalah milik Paniyem, warga Kelurahan Surodikraman, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Dinding rumahnya runtuh sepanjang kurang lebih 6 meter, menjalar hingga ke area dapur. Puing bangunan yang ambrol turut merusak sejumlah peralatan dapur milik korban.
Peristiwa itu terjadi saat Paniyem masih terlelap tidur. Posisi tidurnya bahkan berada tepat di samping tembok yang kemudian roboh akibat guncangan gempa. Dia pun belum sempat keluar rumah, ketika bangunan tersebut ambruk.
Beruntung, puing-puing dinding runtuh ke arah luar ruangan, sehingga tidak menimpa korban. Paniyem pun selamat tanpa luka, meski mengalami kerugian materiil akibat kerusakan bangunan dan perabot rumah tangga.
“Ya kedengaran bruk gitu, saya masih di dalam kamar di kasur,” kata Paniyem, saat ditemui beritajatim.com di rumahnya yang rusak, Jumat (6/2/2026).
Rumah Bu Paniyem yang berada di RT 02 RW 02, Jalan Rama Wijaya Gang 2, mengalami kerusakan paling mencolok di wilayah tersebut akibat gempa yang terjadi pada Jumat dini hari. Selain di Kelurahan Surodikraman, informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah rumah warga di kecamatan lain di Ponorogo juga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa gempa di Bumi Reog.
Warga yang sempat panik akibat guncangan gempa memilih keluar rumah untuk menyelamatkan diri, sembari memastikan kondisi bangunan tempat tinggal mereka aman untuk ditinggali kembali. BPBD Ponorogo masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan, akibat gempa yang berpusat di Pacitan tersebut. (end/but)






