Pasuruan (beritajatim.com) – Tak jarang bagi seorang perempuan menempuh pendidikan hingga kejenjang paling tinggi. Namun, berbeda dengan Erri Wahyu Puspitarini, perempuan asal Kabupaten Pasuruan ini memilih menempuh pendidikan setinggi mungkin.
Hal ini dikarenakan dirinya sangat menyukai dunia pendidikan, bahkan sebelumnya Erri pernah menjabat sebagai Ketua STMIK Yadika Bangil. Tak berhenti dengan gelar magisternya, kini Erri kembali melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Teknologi Malaysia.
“Selain kuliah lagi di Malaysia, setiap harinya saya juga mengajar di Institut Teknologi dan Bisnis Yadika Pasuruan dan dipercayai sebagai Dekan Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi dan Bisnis Yadika Pasuruan. Setiap harinya saya juga menjadi ibu rumah tangga dengan satu anak,” kata Erri sapaan akrabnya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/menyatu-dengan-buruh-di-may-day-khofifah-kawal-7-poin-rekomendasi/
Selain dua kegiatan yang menjadi kewajiban sehari-hari, Erry juga banyak aktif di berbagai organisasi tingkat nasional yang berada di Pasuruan. Sperti halnya menjadi Sekretaris di Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) DPC Pasuruan, Komite Tetap Pengembangan Dana dan Sarana KADIN Kabupaten Pasuruan, dan Sekretaris Komisi Nasional Pendidikan DPC Kabupaten Pasuruan.
Semua kegiatan yang digelutinya ini, Erri dapatkan dari sosok wanita inspiratif, yakni seorang ibu yang telah melahirkannya. Menurut Erri banyak pelajaran hidup yang diberikan secara tak langsung oleh orang tuanya, seperti sifat kepemimpinan dan juga manajerial.

“Dulu beliau Kepala Sekolah di SMPN 1 Pandaan, tapi sekarang sudah pensiun, sifat kepemimpinan yang diterapkan beliau dan juga saya terapkan dikehidupan keseharian. Karena saya juga sering bertukar pikiran kepada mama, dari sana sifat manajerial dan kepemimpinan aku dapatkan,” imbuhnya.
Namun semua itu masih belum menyurutkan niat Erri dalam hal belajar, bahkan dirinya juga sering menuliskan hasil penelitiannya di berbagai lini. Penelitian yang ditulisnya ini sering berbentuk jurnal atau prosiding baik nasional maupun internasional, buku maupun HKI.
Bahkan kini dirinya terus mengasah keterampilannya di dunia desain dan videografi. Hasilnya dia sempat mendapatkan juara beberapa ajang perlombaan yang diselenggarakan beberapa pihak. Tak hanya menang lomba dirinya juga sering diundang untuk menjadi narasumber di beberapa acara yang diselenggarakan di Pasuruan maupun luar Pasuruan.
Menurut Erri menjadi sosok wanita pada jaman sekarang harus serba bisa, karena selain mencapai cita-citanya ada juga keluarga yang harus di rawat. “Ada 3 peran pertama sebagai sahabat dan istri bagi suaminya, kedua sebagai ibu dan guru bagi anak-anaknya, dan yang ketiga jika wanita itu bekerja, maka bekerja dengan hati nya,” begitu pesan Erri kepada wanita jaman sekarang. (ada/kun)






