Jember (beritajatim.com) – Pembangunan industri kreatif anak-anak muda di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membutuhkan dukungan pemerintah. Kuncinya ada pada kolaborasi.
Hal ini dikemukakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian, Kamis (1/2/2024). “Dukungan pemerintah daerah maupun pusat untuk memberdayakan ekonomi kreatif sangat diperlukan,” katanya.
Menurut Kawendra, suka atau tidak, kolaborasi itu sangat penting dilakukan. “Potensi-potensi yang dimiliki akan jauh lebih terbuka lebar saat kolaborasi itu dihadirkan,” kata politisi Partai Gerindra ini.
Gekrafs siap berkolabosrasi dengan berbagai pihak, agar para pelaku ekonomi kreatif bisa tetap berupaya menghadapi berbagai tantangan saat ini. Ia menyebut itu pekerjaan rumah Gekrafs. “Kami harus mampu berkolaborasi dengan pemangku wilayah agar prosesnya bisa tetap berjalan dengan optimal,” kata Kawendra.
Kawendra meminta Gekrafs Jember untuk melibatkan anak-anak muda keatif agar terus berkarya dan menghasilkan uang. Ia percaya Gekrafs Jember punya strategi-strategi tersendiri untuk melakukan itu. “Saya kok percaya para pelaku ekonomi keatif di Jember mampu menghasilkan pundi-pundi uang lebih banyak lagi melalui berbagai karya nyata yang mampu bersaing di kancah perekonomian global pada masa mendatang,” katanya.
Ada kiat mencari uang bagi anak-anak muda di Kabupaten Jember dari Kawendra. “Pertama, jangan mudah bosan dengan proses yang sedang dilakukan,” katanya.
Menurut Kawendra, proses kreatif membutuhkan waktu yang relatif tak sama pada setiap orang. “Ada yang cepat, ada yang lama. Intinya jangan bosan dan harus timbul rasa optimismenya,” katanya, percaya generasi muda akan jauh lebih berkembang untuk membanggakan Indonesia. [wir]






