Surabaya (beritajatim.com) – Setiap tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Polio Sedunia. Hal ini kerap dijadikan momen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit tersebut. Polio sendiri merupakan jenis penyakit saraf yang disebabkan oleh infeksi virus polio.
Seseorang yang menderita penyakit ini kerap mengalami gangguan pada sistem pernapasannya. Bahkan yang paling parah dapat menyebabkan kelumpuhan permanen hingga kematian. Umumnya masa inkubasi polio terjadi sekitar tiga hingga enam hari. Sedangkan kelumpuhan terjadi dalam 7-21 hari.
Adapun seseorang yang alami penyakit polio memiliki gejala-gejala tertentu. Bahkan, gejala tersebut dapat dibagi menjadi tiga jenis, di antaranya;
Polio non-paralisis
Jenis polio yang satu ini memang masuk golongan yang cukup ringan, sehingga tidak sampai berdampak pada kelumpuhan. Umumnya penderita merasakan gejala demam, muntah, meningitis, lemas otot, kaku leher dan punggung. Selain itu, mereka juga kerap merasakan sakit pada tenggorokan, kepala, kaki, dan juga tangan.
Polio Paralisis
Polio paralisis merupakan jenis yang paling parah. Karena dapat membuat penderitanya alami kelumpuhan secara permanen. Adapun gejala yang umum dirasakan ialah demam, sakit kepala, lemah otot, hingga kehilangan reflek tubuh. Gejala-gejala tersebut biasanya terjadi dalam waktu satu minggu.
Sindrom pasca-polio
Sindrom ini umumnya dialami oleh mereka yang tidak pernah alami polio pada 30-40 tahun sebelumnya. Gejala yang kerap dirasakan berupa gangguan tidur, otot lemas, depresi, susah konsentrasi, dan kesulitan untuk bernapas serta menelan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penyakit”]
Penyakit polio pada dasarnya bisa terjadi akibat penularan. Yang paling mudah ialah melalui mulut, seperti air atau makanan yang telah terkontaminasi sebelumnya. Selain itu, penularan juga bisa terjadi akibat faktor lingkungan sekitar. Biasanya karena sanitasi yang buruk atau akses air bersih yang memang terbatas.
Adapun penularan yang paling sederhana ialah melalui kontak langsung dengan penderita polio. Biasanya tetesan cairan yang keluar saat seseorang bersin atau batuk paling sering menjadi faktor utama seseorang terjangkit penyakit polio.
Maka untuk menghindarinya, masyarakat memang dianjurkan untuk melakukan imunisasi atau vaksin polio. Terlebih bagi mereka yang memiliki sistem imun yang rendah, seperti anak-anak dan ibu hamil yang paling mudah terserang penyakit polio. (fyi/ian)






