Surabaya (beritajatim.com) – Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan kondisi di mana penyakit atau infeksi yang penularannya melalui hubungan seksual. Adapun berikut ini penyebab, gejala, cara mengatasi, hingga pencegahannya.
Ada berbagai jenis pantogen yang dapat menyebabkan penyakit PMS ini menular, mulai dari bakteri sifilis atau raja singa, gonore atau yang kerap disebut kencing nanah, chlamidia, dan lain sebagainya.
Selain itu, PMS dapat disebabkan oleh virus, seperti herpes dan HIV. Bahkan, jamur dan parasit juga bisa membuat seseorang menderita penyakit menular seksual ini.
Umumnya, gejala yang ditimbulkan ketika seseorang mengidap penyakit ini ialah timbul ruam dan gatal di area kemaluan. Tak jarang juga ditandai dengan adanya luka, munculnya kutil, hingga keluar cairan berupa nanah atau keputihan yang memiliki bau busuk. Secara medis, penderita PMS juga bisa merasakan keluhan lain, seperti sakit perut dan demam.
Baca Juga: Berawal dari Insecure, Kini Lavinia Jesslyn Raih Beragam Juara Olimpiade Matematika
Dari gejala-gejala tersebut, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko PMS, mulai dari aktivitas bergonta-ganti pasangan, kontak seksual tanpa menggunakan pengaman atau kondom, adanya riwayat terkena PMS sebelumnya, dan seseorang yang merupakan pengguna alhokol, NAPZA, dan sejenisnya.
Adapun cara dari gejala tersebut, biasanya dokter akan terlebih dahulu melakukan diagnosis dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan bahkan bisa berlanjut hingga pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan darah, urine, swab vagina atau penis, dan pemeriksaan lainnya sesuai dengan kebutuhan.
Sehingga cara mengatasi atau mengobati penyakit menular seksual ini disesuaikan dengan diagnosis penyebab dan gejala yang diderita setiap orang. Misalnya pada sifilis yang disebabkan oleh bakteri, maka akan diberikan obat antibiotik. Adapun jika penyebabnya herves, maka akan diberikan obat anti virus.
Baca Juga: Ubah Stigma Negatif Jadi Prestasi, Pemkab Lamongan Gelar Turnamen Biliar
Karena tidak semua penderita PMS mendapatkan penanganan atau pengobatan yang sama, maka seseorang dengan gejala-gejala penyakit menular seksual perlu melakukan diagnosis ke dokter spesialis kulit dan kelamin terlebih dahulu.
Adapun cara pencegahan agar terhindar dari penyakit kelamin ini, di antaranya dengan tidak bergonta-ganti pasangan, melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, menggunakan alat kontrasepsi atau kondom saat berhubungan seksual. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya ialah dengan melakukan vaksinasi HPV hingga hepatitis. (fyi/ian)






