Surabaya (beritajatim.com) – Semakin banyaknya diagnosis Alzheimer bagi penduduk yang berusia senja menjadi ancaman populasi di seluruh dunia.
Setiap hari di benua Amerika saja penderita Alzheimer terus bertambah jumlahnya. Diperkirakan jumlah penduduk yang mngidap Alzheimer sebanyak 13 juta pada tahun 2050.
Sebuah studi baru membuktikan bahwa faktor gaya hidup, khususnya aktivitas fisik dan mental, dapat memengaruhi otak dalam melakukan proses berpikir serta kesehatan mental.
Aktivitas mental yang menjadi perhatian pada studi itu, termasuk membaca, bermain kartu permainan, dan berangkat ke organisasi maupun kelas kreatif.
Wanita ternyata lebih rentan terhadap penyakit Alzheimer daripada pria. Selama aktivitas mental yang dilakukan lebih dari 3 tahun, wanita dapat menghambat pengurangan mental hingga 10 tahun. Sedang untuk pria mampu menghambatnya hingga 17 tahun.
Menurut Judy Pa, tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan aktivitas mental dan fisik. Sehingga tidak ada batasan umur, meski sudah menua.
“Tidak ada istilah terlalu cepat atau terlambat untuk melakukan aktivitas yang merangsang fisik dan mental,” kata Judy Pa, peneliti dan penulis studi tersebut kepada Fortune.
“Ini juga merupakan ide yang baik untuk mencoba aktivitas baru untuk terus menantang otak, pikiran, dan tubuh untuk belajar dan beradaptasi,” lanjutnya.
Kegiatan kelompok sosial yang berpotensi meningkatkan aktivitas fisik dan mental dilakukan seperti mempelajari bahasa dan keterampilan baru.
[berita-terkait number=”3″ tag=”penyakit”]
Para peneliti selanjutnya menyimpulkan bahwa meningkatnya aktivitas mental dikaitkan dengan kecepatan berpikir yang lebih cepat.
Studi yang dirilis 20 Juli oleh American Academy of Neurology, menganalisis pemindaian otak dari 758 orang dengan usia rata-rata 76 tahun. Studi ini juga menguji kecepatan berpikir peserta dan menghitung kemampuan kognitif mereka.
Bahkan, menurut Rao, perubahan gaya hidup terbukti memperlambat atau mencegah penurunan kognitif.
“Ada bukti bagus bahwa aktivitas fisik dan aktivitas mental dapat melindungi otak,” kata Rao, mencatat bahwa orang yang berolahraga dapat menunda penyakit Alzheimer. (kai/ian)






