Kediri (beritajatim.com) – Warga Dusun Tritis, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri digegerkan dengan penemuan mayat pria di kebun. Mayat tersebut dalam kondisi lehernya tergorok dan ditemukan pisau dapur.
Kapolsek Mojo AKP Pantjoro Judo menyampaikan hasil identifikasi terhadap mayat pria tersebut bernama Joko Mulyono (39) warga setempat.
“Kami sudah mendatangi dan olah TKP bersama anggota Inafis Polres Kediri Kota. Kemudian mencatat dan minta keterangan pelapor dan saksi-saksi,” ungkap AKP Pantjoro Judo, pada Selasa (28/3/2023).
Peristiwa berdarah ini terjadi pada, Rabu (28/3/2023) sekira pukul 12.30 WIB. Ialah Deny Riayi (19) orang yang pertama kali menemukan jenazah Joko di kebun milik Nardi (55).
Saksi diminta tolong Mutingah, ibu Joko untuk mencari keberadaan anaknya. Sebab, pagi harinya Muntingah mengetahui anaknya muntah-muntah di kamar dan mulutnya berbusa.
Saat ditanya oleh Mutingah, Joko mengaku baru saja minum sabun atau detergen. Tetapi dia hanya diam, sambil berlalu pergi keluar rumah.
BACA JUGA : Jalan di Atas Rel, Perempuan di Kediri Diterjang Kereta
Satu jam berselang, sekitar pukul 09.00 WIB, Yayimah tetangga Joko mendengar pria itu sedang mengasah senjata tajam. Lalu, Joko keluar dari rumah sambil membawa pisau.
Merasa ada yang kurang beres dengan perilaku Joko, kemudian Yayimah memberitahu ibunya.
Joko diduga bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri. Sebab, ada pisau dapur tidak jauh dari jenazahnya.
Baca Juga: Tantang Dewa United, Persik Kediri dapat 2 Amunisi Baru
Jenazah Joko sendiri ditemukan oleh Deny di kebun milik Nardi. Selain luka gorok di leher, juga terdapat beberapa luka sayatan senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya.
Menurut hasil penyelidikan yang dilakukan Polsek Mojo, sehari sebelumnya, pada Senin (28/3/2023) Joko baru saja pulang dari Bali.
Sesampainya di rumah, dia tampak seperti orang yang sedang kebingungan tetapi tidak mau bercerita dengan keluarganya. Joko seolah memendam masalahnya sendiri.
“Seperti orang bingung dan setiap ditanya orang tuanya, hanya diam saja tidak menjawab. Sebelum meninggal dunia, ibunya mengetahui anaknya muntah-muntah dan mulutnya berbusa. Saat itu ditanya, hanya diam saja dan langsung keluar rumah,” beber AKP Pantjoro.
Baca Juga: Indeks Kinerja Utama Pemkot Kediri Masuk Kategori Berhasil
Kasus kematian Joko karena diduga bunuh diri ini ditangani Polsek Mojo. Sebagai bahan penyelidikan, polisi mengamankan pisau dapur berlumur darah dan sisa detergen yang diduga sudah diminum. [nm/ted]






