Jember (beritajatim.com) – Aset gedung milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mangkrak. Sudah dua tahun lamanya gedung itu tidak dimanfaatkan.
Padahal, Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan gedung tersebut berada di lokasi yang strategis. Seharusnya bisa mendatangkan manfaat banyak.
“Samping gedung ini adalah sumber mata air utama yang luar biasa untuk Perumdam,” kata Hendy saat meninjau gedung tersebut, Senin (4/4/2022).
Hendy mengatakan pendirian gedung tersebut sebenarnya sudah tepat. Hanya lokasinya seharusnya agak digeser.
“Karena dulunya di sini banyak pohon yang merupakan bagian captive area untuk penampungan air. Tapi ini sudah terjadi,” kata Hendy.
Hendy memerintahkan agar gedung itu ditempati untuk unit usaha air minum dalam kemasan Hazora. Dia pun meminta operasional dari unit usaha tersebut pindah dalam dua pekan ke depan.
“Saya minta dalam waktu dua minggu, Hazora pindah ke sini. Gedung ini sudah lama. Dua tahun tidak dipakai. Sayang kalau tidak ditempati. Ada kekurangan di sana sini, tapi kalau tidak ditempati tambah rusak dan mubazir, karena ini dibangun dari dana APBD,” katanya.
Pada masa pemerintahan Bupati Faida, Perumdam mendapatkan penyertaan modal untuk mengembangkan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) Hazora sebesar Rp2 miliar. Harapannya, AMDK ini bisa ikut menambah pendapatan asli daerah.
Menurut Hendy, Hazora harus sudah bisa memberikan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Jember.
“Sumber air kita di Sumber Telas juga lebih dekat lagi, sehingga lebih bagus lagi. Saya yakin Hazora bisa lebih bagus lagi,” katanya. [wir/beq]






