Blitar (beritajatim.com) – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar yang ada di Kecamatan Kanigoro mengalami kerusakan parah akibat amukan massa pada Minggu (31/8/2025). Insiden tersebut menyebabkan kaca gedung pecah dan beberapa ruangan nyaris terbakar.
Imbasnya jadwal rapat paripurna DPRD yang seharusnya digelar Rabu (3/9/2025) besok masih tanda tanya. Menurut Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Blitar, Haris Susianto, rapat Paripurna yang seharusnya digelar pada Rabu besok belum ada kepastiannya, usai beberapa ruang rapat rusak parah.
“Rapat paripurna paling dekat Rabu besok, kita masih akan laporan pimpinan,” ucap Haris pada Senin (1/9/2025).
Kerusakan yang terjadi pada beberapa ruangan DPRD Kabupaten Blitar itu pun, masih akan dilaporkan oleh Sekretaris DPRD (Sekwan) ke pimpinan dewan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencari solusi atas kondisi yang terjadi ini.
“Belum tahu bagaimananya, nanti kita komunikasikan dengan pimpinan dulu, kalau pimpinan menghendaki digelar di ruang atas ya akan kita bersihkan dulu dan diperbaiki secara minimal,” tegasnya.
Kondisi beberapa ruangan DPRD Kabupaten Blitar sendiri memang dalam keadaan rusak parah. Kaca dan sejumlah fasilitas lainnya pecah, bahkan beberapa sudut nampak gosong usai terbakar.
“Ini kan permasalahannya tidak ada instalasi listrik, air juga mati makanya itu yang paling utama adalah listrik dulu,” imbuhnya.
Bupati Blitar, Rijanto sendiri meminta agar proses perbaikan segera dilakukan. Hal ini agar kerja dan agenda rapat paripurna dengan DPRD Kabupaten Blitar bisa terlaksana.
“Menginventarisir yang rusak dan secepatnya ya kita benahi dan kita harapkan target-target yang sudah ditetapkan oleh legislatif pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai bisa kita selesaikan sehingga ini nanti menjadi sesuatu yang bagus yang baik yang kita hadiahkan pada masyarakat,” Ucap Rijanto.
Rijanto menyebut dengan kondisi seperti ini mustahil bagi anggota DPRD Kabupaten Blitar bekerja secara normal. Sehingga Rijanto berharap perbaikan gedung DPRD Kabupaten Blitar bisa segera dilakukan.
“Jangan sampai terulang lagi udah ini terakhir jadi peristiwa ini tentunya menjadi pembelajaran kita semua,” tegasnya. [owi/beq]






