Blitar (beritajatim.com) – Gedung rawat inap 8 lantai RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar segera rampung dibangun. Proyek yang menelan dana sebesar Rp75 miliar itu ditargetkan selesai pada Desember 2024 mendatang.
Diharapkan dengan pembangunan gedung rawat inap 8 lantai ini bisa meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Blitar dan sekitarnya. Tak sedikit pula masyarakat Kabupaten Blitar berharap pembangunan gedung 8 lantai ini bisa memberikan fasilitas kesehatan lebih baik.
“Alhamdulillah sebentar lagi akan memiliki rumah sakit yang berstandar, sehingga diharapkan dengan begitu kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Ngudi Waluyo Blitar bisa meningkat,” kata Muhamad Yamin, warga Warga Perumahan Griya Asri Bening persis di seberang Gedung Baru RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Blitar, Rabu (6/11/2024).
Meski belum selesai dibangun, Gedung baru 8 lantai RSUD Ngudi Waluyo Blitar sudah memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Banyaknya tenaga kerja yang terserap di proyek pembangunan gedung rawat inap ini membawa berkah bagi rumah kos di sekitar RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
Pasalnya para pekerja tersebut banyak yang menginap di rumah kos milik warga sekitar. Begitu pula dengan warung makan yang ada di sekitar RSUD Ngudi Waluyo yang ketiban berkah dengan proyek pembangunan gedung 8 lantai tersebut.
“Banyak mahasiswa kedokteran PPDS yang magang di rumah sakit tersebut kebanyakan tinggal di sekitar perumahan ini, sehingga banyak rumah yang dikontrakan dan masyarakat diuntungkan dengan keberadaan mahasiswa maupun tenaga kerja yang sedang menyelesaikan pembangunan gedung rawat inap 8 lantai,“ kata warga Perumahan Griya Asri Bening tersebut.
Dengan pembangunan Gedung 8 lantai tersebut dampaknya sangat positif bagi warga sekitar baik yang mempunyai rumah kontrakan maupun yang bergerak di bisnis makanan sangat terbantu dengan banyaknya tenaga kerja maupun mahasiswa didik yang magang di rumah sakit Wlingi.
Gedung rawat inap 8 lantai RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dipastikan anti gempa. Gedung yang kini tengah dibangun itu pun diklaim bakal bisa memenuhi standar HSI (Hospital Safety Index).
Hal itu diungkapkan oleh PPK Pembangunan Gedung Rawat Inap 8 Lantai RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Zain Sulaini. Menurutnya gedung rawat inap 8 lantai ini dilengkapi dengan sistem anti gempa melalui penerapan paku bumi atau sebuah metode yang memperkuat struktur bangunan untuk menahan guncangan gempa.
“Dengan adanya sistem anti gempa ini dipastikan gedung rawat inap 8 lantai ini memenuhi Hospital Safety Index (HSI) karena rumah sakit memiliki kesiapan untuk keselamatan rumah sakit saat terjadi bencana,” ungkap Zain, Selasa (29/10/2024) lalu.
Saat ini pembangunan gedung RSUD Ngudi Waluyo Wlingi telah mencapai 75 persen lebih. Gedung rawat inap ini pun ditargetkan selesai dibangun pada akhir tahun ini.
Gedung rawat inap 8 lantai ini nantinya juga akan dilengkapi dengan lift darurat yang dirancang khusus. Dimana nantinya lift ini bakal tetap beroperasi meski tanpa aliran listrik, sehingga jika terjadi bencana, pasien dapat dievakuasi dengan aman bahkan dalam keadaan darurat.
“Fokus kami bukan hanya soal peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan, namun juga memperhatikan aspek keselamatan dan kesiapsiagaan bencana,” tegasnya. [owi/beq]






