Blitar (beritajatim.com) – Kemarau panjang, Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar mengklaim tidak ada gagal panen. DKPP menyebut hingga kini pihaknya belum menerima laporan dampak kemarau panjang terhadap lahan pertanian.
Dari monitoring yang dilakukan oleh DKPP, kondisi pertanian di Bumi Penataran tergolong masih cukup aman terutama sektor sawah. Dari 55 ribu hektar lahan milik petani, hingga kini belum ada laporan gagal panen padi.
Meski kemarau panjang telah terjadi, namun stok air di sejumlah Kecamatan yang menjadi lumbung padi di Kabupaten Blitar seperti Selopuro, Wlingi dan Kesamben hingga saat ini masih terpantau aman.
Sehingga tanaman padi petani di 3 kecamatan yang menjadi lumbung beras Kabupaten Blitar itu terhindar dari gagal panen. “Info dari BMKG kan kekeringan masih panjang. Turun hujan diprediksi November,” ujar Kabid Prasarana Pertanian DKPP Kabupaten Blitar Matsafi’i, Kamis (5/10/2023).
Meski begitu, untuk mengantisipasi dampak kekeringan di musim kemarau, DKPP Kabupaten Blitar tetap meminta petani untuk melakukan sejumlah langkah. Diantaranya memperbaiki saluran air yang ada serta menjaga sumber mata air.
BACA JUGA:
Kemarau Panjang, Petani Jagung Kota Blitar Gagal Panen
Terutama saluran tersier irigasi ke lahan pertanian. Hal itu agar jika terjadi keterbatasan, air bisa tetap dialirkan ke lahan pertanian. Di samping itu, petani juga diminta untuk menggunakan air seperlunya di musim kemarau.
“Antisipasi kemarau panjang dari sisi prasarana pertanian kita arahkan petani untuk memperbaiki saluran yang ada . Terutama saluran tersier irigasi,” terangnya.
Luas lahan pertanian padi di Kabupaten Blitar sendiri mencapai 55 ribu hektar. Sementara untuk lahan pertanian jagung di Bumi Penataran mencapai 51 ribu hektar.
Kemudian kedelai 900 hektar disusul dengan tanaman holtikultura seperti cabai, melon dan semangka. Dari monitoring yang dilakukan oleh DKPP Kabupaten Blitar para petani di Bumi Penataran terpantau telah mengantisipasi datangnya kemarau panjang atau El Nino.
BACA JUGA:
El Nino, 3 Desa di Blitar Selatan Dilanda Kekeringan Warga Andalkan Bantuan Air Bersih
“Seperti di wilayah selatan itu, para petani telah mengantisipasi adanya El Nino. Jadi mereka tidak lagi menanam padi yang membutuhkan air banyak tapi beralih ke jagung,” imbuhnya.
Untuk diketahui, ada 2 kecamatan di Blitar selatan yang saat ini mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang. Ratusan kepala keluarga di 2 Kecamatan yakni Wates dan Binangun pun kini mengalami kesulitan air bersih.
Namun dari hasil monitoring yang dilakukan oleh DKPP Kabupaten Blitar, kondisi itu tidak berdampak ke sektor pertanian. Besar kemungkinan para petani di 2 kecamatan tersebut tidak lagi menanam padi atau jagung akibat tidak adanya air, sehingga tidak ada laporan gagal panen. [owi/suf]






